Akhlak Baik Lahir dari Iman Kuat
- 04 Feb 2026 07:22 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Akhlak yang baik tidak muncul begitu saja, ia lahir dari iman yang kuat dan keyakinan yang mantap dalam hati setiap individu. Seorang Muslim yang memiliki aqidah kokoh akan menampilkan perilaku yang mulia, baik dalam tutur kata, sikap, maupun cara memperlakukan sesama. Inilah pesan utama yang ingin disampaikan Aida Fithriyah, Bendahara PW Pemudi Persis Jawa Timur dalam tausiyahnya pada Kajian Islami Mutiara Pagi Pro1 RRI Surabaya, Selasa (4/1/2026) bagi siapa saja yang ingin meneladani akhlak Rasulullah SAW.
Ustazah Aida menjelaskan bahwa Islam memandang ibadah tidak hanya sebatas ritual seperti salat dan puasa. Aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, belajar, hingga menjalankan tanggung jawab keluarga, dapat bernilai ibadah apabila diniatkan karena Allah SWT dan dilakukan sesuai syariat. “Setiap aktivitas bisa menjadi ibadah jika niatnya karena Allah dan caranya benar. Tapi semuanya harus dibangun di atas aqidah yang kuat,” ujarnya.
Menurut Ustazah Aida, aqidah seorang Muslim terangkum dalam enam rukun iman yaitu iman kepada Allah SWT, malaikat, kitab-kitab-Nya, para rasul, hari akhir, serta qada dan qadar. Keenam unsur ini menjadi fondasi keyakinan yang memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan berperilaku. Ia mengibaratkan aqidah sebagai pondasi bangunan tanpa pondasi yang kokoh, maka bangunan tidak akan bertahan. Demikian pula, amal lahiriah tidak akan bermakna tanpa iman yang lurus.
Al-Qur’an menegaskan bahwa setiap perbuatan manusia berada dalam pengawasan Allah, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Al-‘Alaq ayat 14: “Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat (segala perbuatannya)?”.
Ayat ini kata Ustazah Aida menjadi pengingat agar manusia selalu menjaga akhlaknya, dalam kondisi apapun. Dari aqidah yang benar akan lahir akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Ahmad) dan “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
“Akhlak adalah buah dari iman. Jika imannya hidup, akan tampak dalam tutur kata, sikap, dan cara memperlakukan sesama,” ucap Ustazah Aida.
Selain itu, ia menekankan pentingnya membiasakan diri bersyukur. Menurutnya, kebiasaan mengeluh justru membuat hati semakin berat, sementara syukur mendatangkan ketenangan batin. Firman Allah SWT dalam Surah Ibrahim ayat 7 menguatkan hal ini: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
“Bersyukur mungkin tidak langsung mengubah keadaan, tetapi membuat hati lebih lapang. Syukur adalah tanda aqidah yang hidup,” ujarnya.
Ustazah Aida menegaskan, keseimbangan antara iman, ikhtiar, dan rasa syukur akan membentuk pribadi mukmin yang utuh. Pribadi yang tidak hanya taat secara ritual, tetapi juga menampilkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari sebagai cerminan keimanan yang sesungguhnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....