Tradisi Jawa Menyambut Ramadan Penuh Makna Spiritual
- 01 Feb 2026 22:35 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Jawa memiliki beragam tradisi yang sarat makna spiritual dan sosial. Tradisi-tradisi tersebut menjadi bentuk persiapan lahir dan batin sebelum menjalankan ibadah puasa.
Mulai dari Padusan, Megengan atau Apeman, Nyadran, hingga Munggahan, seluruh rangkaian ritual ini berakar kuat pada nilai penyucian diri, pengendalian hawa nafsu, serta penguatan silaturahmi antarwarga. Padusan menjadi salah satu tradisi yang masih lestari, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Masyarakat melakukan mandi atau berendam di sumber mata air, sungai, hingga pantai sebagai simbol pembersihan jiwa dan raga. Sementara itu, di Jawa Timur dan sebagian Jawa Tengah, tradisi Megengan ditandai dengan kenduri dan pembagian kue apem.
Kata “megeng” bermakna menahan diri, selaras dengan esensi puasa Ramadan, sedangkan apem melambangkan permohonan maaf sebelum memasuki bulan suci. Selain itu, tradisi Nyadran atau nyekar juga dilakukan dengan ziarah ke makam leluhur.
Warga membersihkan makam, menabur bunga, dan memanjatkan doa sebagai wujud bakti serta pengingat akan nilai kehidupan. Tradisi lainnya adalah Munggahan, yakni makan bersama keluarga atau tetangga sebagai sarana mempererat kebersamaan dan saling memaafkan.
Di Kudus, Jawa Tengah, masyarakat mengenal Dhandhangan, pasar malam khas yang menandai pengumuman resmi awal Ramadan dan menjadi daya tarik budaya tersendiri. Pecinta Budaya Nusantara, Ries Handono, menilai tradisi-tradisi tersebut mencerminkan harmonisasi antara ajaran Islam dan kearifan lokal.
| Baca juga: Satu Suro dan 1 Muharram, Apa Bedanya? |
“Tradisi menjelang Ramadan di masyarakat Jawa bukan sekadar seremoni, tetapi proses membangun kesadaran spiritual dan sosial. Ada pesan kuat tentang pembersihan hati, menghormati leluhur, serta menjaga hubungan antar manusia,” ujarnya, pada Minggu, 1 Februari 2026.
Menurut Ries, pelestarian tradisi ini penting agar generasi muda tetap mengenal identitas budaya sekaligus memahami nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....