DPRD Soroti Dugaan Salah Sasaran Beasiswa Pemuda

  • 25 Jan 2026 12:31 WIB
  •  Surabaya

RRI. CO.ID, Surabaya - Pemanfaatan Beasiswa Pemuda Tangguh di Kota Surabaya menemui polemik. Beasiswa yang semula diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu dan berprestasi, penyalurannya diduga ada yang tidak tepat sasaran.

Diketahui ada anak dari keluarga keluarga mantan pejabat yang turut mendapatkan beasiswa tersebut. Menanggapi itu, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi'i menyatakan penyaluran beasiswa kembali dikaji. Ia menilai proses administrasi perlu diperiksa secara menyeluruh.

"Statement Pak Wali soal anak pejabat yang mendapat beasiswa, kami mendukung kalau menertibkan itu. Tapi tolong disebut ada berapa, anaknya siapa saja, jangan semua disamakan hanya karena beberapa orang yang mungkin dianggap tidak memenuhi syarat," ujarnya pada Minggu, 25 Januari 2026.

Menurut Imam, kejelasan nomenklatur penerima beasiswa sangat penting. Hal itu mengacu pada aturan yang pernah berlaku sebelumnya.

Dalam Perwali Nomor 135 Tahun 2022 disebutkan penerima beasiswa adalah mahasiswa berprestasi. Kriteria mencakup prestasi akademik dan nonakademik.

"Karena beasiswa itu pada tahun 2022 ada Perwali yang disebut anak yang berprestasi akademik dan non akademik, miskin dan pra miskin. Baru di Perwali nomor 45 tahun 2025, Agustus kemarin, disebut tetap yang berpretasi dan miskin. Kalau menurut pak Walikota ada anak pejabat atau orang kaya, mungkin dulu ikut masuk di jalur prestasi," tegasnya.

Mengenai langkah Wali Kota yang meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memeriksa pengelolaan Beasiswa Pemuda Tangguh yang diduga tidak sesuai sasaran, Imam juga menyatakan tidak menjadi persoalan. Namun penelusuran internal dinilai perlu dilakukan lebih dulu.

"Kita setuju saja. Tapi jangan sampai mereka ini juga terlalu jauh. Karena mereka itu ada yang mengaku orang tuanya gajinya tinggi sehingga bisa lolos. Mereka itu ketika ditanya kampus menaikkan gaji orang tua karena tidak lolos atau diterima," lanjutnya.

Selain itu, Imam menyoroti rencana pemotongan Beasiswa Pemuda Tangguh. Penerima lama dari keluarga tidak mampu diharapkan tidak terdampak. Begitu pula penerima dari jalur prestasi akademik maupun nonakademik.

"Mereka yang sudah diterima, keluarga tidak mampu, atau keluarga mampu tapi berprestasi akademik dan non akademik jangan dikutangi. rencana merekrut penerima beasiswa tangguh," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....