Sinergi Budaya Lokal dan Nilai Buddhis
- 24 Jan 2026 06:44 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Walubi Jawa Timur terus mendorong sinergi antara ajaran agama Buddha dengan kekayaan budaya lokal. Langkah ini bertujuan memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat yang majemuk.
Pelaksana Harian Walubi Jatim, PMd. Metta Jayo Adi, menekankan pentingnya menghormati tradisi setiap daerah. Beliau menyebut bahwa ajaran Buddha tidak pernah menentang kebudayaan yang ada.
"Agama Buddha ini tidak menentang tradisi-tradisi yang sudah ada sebelumnya," ujar Romo Adi. Hal tersebut ia sampaikan dalam program Beranda Asta Cita di Pro 1 Surabaya, Jumat, 23 Januari 2026 di studio RRI Surabaya.
Romo Adi menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan negara merupakan prioritas utama. Ia mencontohkan praktik akulturasi budaya yang terjadi di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur. Di sana, pembacaan kitab suci paritta menggunakan bahasa serta iringan musik Jawa.
Selain itu, Walubi Jatim juga mengelola Sanggar seni yang terbuka bagi semua kalangan. Sanggar ini mengajarkan berbagai keahlian seperti biola, vokal, hingga kelas bahasa Mandarin.
Peserta didik di sanggar tersebut berasal dari latar belakang agama yang sangat beragam. Ada umat Muslim dan Kristen yang belajar bersama tanpa memedulikan perbedaan keyakinan.
Romo Adi menegaskan bahwa tradisi harus tetap dilestarikan sebagai warisan leluhur bangsa. Namun, praktik budaya tersebut tetap harus sejalan dengan prinsip Pancasila Buddhis.
Nilai moderasi ini juga tercermin dari semboyan nasional kita, yakni Bhinneka Tunggal Ika. Semboyan tersebut berasal dari karya sastra pujangga Buddhis termasyhur, Mpu Tantular.
Melalui sinergi budaya, Walubi berharap harmoni antarumat beragama di Jawa Timur semakin kuat. Persatuan nasional pun tetap terjaga melalui penghormatan terhadap tradisi lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....