DPR RI Puji Transformasi Pasar Surungan Sidoarjo

  • 04 Jun 2025 11:18 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Sidoarjo: Anggota Komisi VII DPR RI dari Dapil Jawa Timur I, Ir. H. Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengapresiasi transformasi besar-besaran Pasar Surungan di Balongbendo, Sidoarjo. Pasar legendaris yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda itu kini tampil modern dan lebih nyaman berkat program revitalisasi.

Dalam kunjungannya, BHS menilai langkah Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan pengelolaan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) patut diapresiasi. Ia menyebut pasar tersebut layak menjadi percontohan nasional karena telah memenuhi berbagai fasilitas modern.

“Pasar Surungan ini adalah pasar legendaris yang sudah ada sejak zaman Belanda. Saya mengapresiasi Pemerintah Kabupaten yang telah melakukan revitalisasi dan dikelola dengan baik oleh BUMDes. Sekarang, pasar ini sudah berubah menjadi pasar modern,” kata Bambang Haryo, Rabu (4/6/2025).

Menurutnya, pasar telah dilengkapi fasilitas-fasilitas penting yang mendukung kelayakan standarisasi nasional, seperti tempat menyusui, klinik medis, Wi-Fi, serta CCTV untuk keamanan.

“Pasar ini layak menjadi pasar berstandar SNI. Ke depan saya berharap pengelolaannya semakin baik, agar bisa dijadikan contoh untuk pembangunan pasar desa di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya perawatan dan promosi pasar. Mengingat lokasinya yang berada di perbatasan Kabupaten Gresik dan Sidoarjo, pasar ini diharapkan mampu menarik pembeli dari wilayah sekitar.

"Pasar ini harus dirawat dengan baik. Lokasinya strategis, di perbatasan dengan Gresik. Jika bisa diintegrasikan dengan transportasi seperti perahu tambangan, maka aksesibilitas akan lebih baik dan ekonomi masyarakat bisa meningkat," kata Bambang.

Ia juga menyoroti pentingnya sistem keamanan dan keselamatan pasar. Ia mengusulkan adanya rencana evakuasi jika terjadi kebakaran, serta penyediaan alat pemadam kebakaran dan pengamanan yang memadai.

Sementara itu, Kepala Desa Penambangan, Helmy Firmansyah, menyambut baik kunjungan dari DPR RI dan mengungkapkan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Kami dari desa berusaha menjaga dan merawat hasil revitalisasi ini. Dulu pasar ini kumuh dan tidak bersih, sekarang menjadi pasar yang modern dan layak,” ujarnya.

Helmy menjelaskan bahwa kapasitas pedagang di pasar tersebut mencapai 250 orang, dengan jumlah pengunjung harian lebih dari 3.000 orang.

“Warga kami juga kami dorong untuk mulai berdagang agar ekonomi desa meningkat. Ini bukan hanya tempat jual beli, tapi simbol kebangkitan ekonomi desa,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....