Memaknai Mudik Hakiki sebagai Perjalanan Spiritual
- 15 Mar 2026 07:11 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Tradisi mudik menjelang Hari Raya Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perjalanan pulang ke kampung halaman. Lebih dari itu, mudik juga memiliki makna spiritual sebagai momentum mempererat silaturahmi dan kembali kepada nilai-nilai kebaikan.
Dalam dialog Mutiara Pagi, Minggu, 15 Maret 2026, Ustaz Chusni Amaludin, SHI. M. Pd. CDAI, Wakil Ketua Komunitas Pendakwah Keren Surabaya, mengatakan bahwa mudik yang bersifat haqiqi tidak hanya sebatas perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan hati untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.
“Mudik sejatinya bukan hanya pulang secara fisik ke kampung halaman, tetapi juga kembali kepada fitrah, memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta memperkuat silaturahmi,” ujarnya.
Menurutnya, momen mudik menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk meminta maaf kepada orang tua, keluarga, dan kerabat yang mungkin selama ini jarang ditemui karena kesibukan pekerjaan atau jarak tempat tinggal.
“Silaturahmi adalah amalan yang sangat dianjurkan. Melalui momen mudik, umat Islam dapat memperkuat kembali hubungan keluarga yang mungkin sempat renggang,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa dalam ajaran Islam, silaturahmi memiliki keutamaan yang besar. Selain mempererat hubungan kekeluargaan, silaturahmi juga diyakini dapat melapangkan rezeki dan memperpanjang umur sebagaimana disebutkan dalam sejumlah hadits.
“Persiapan mudik tidak hanya soal fisik, tetapi juga niat yang baik, kesabaran selama perjalanan, serta menjaga adab ketika bertemu keluarga dan masyarakat di kampung halaman,” katanya.
Ustaz Chusni juga mengingatkan masyarakat agar tidak hanya fokus pada persiapan perjalanan secara materi seperti kendaraan, tiket, atau bekal selama perjalanan. Menurutnya, persiapan batin juga penting agar perjalanan mudik membawa keberkahan.
“Harapannya, setelah mudik kita tidak hanya kembali ke tempat kerja, tetapi juga kembali dengan hati yang lebih bersih, hubungan keluarga yang lebih erat, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat menjadikan mudik sebagai momentum refleksi diri setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Dengan demikian, nilai-nilai kebaikan yang diperoleh selama Ramadhan dapat terus dijaga setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....