Strategi Menjaga Semangat dan Kesehatan di 10 Hari Terakhir Ramadan
- 10 Mar 2026 09:06 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam biasanya meningkatkan intensitas ibadah seperti salat malam, tadarus Al-Qur’an, hingga i’tikaf di masjid. Aktivitas ibadah yang lebih padat ini tentu membutuhkan stamina yang baik agar tubuh tetap sehat dan tidak mudah lelah. Karena itu, menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan menjadi hal penting di penghujung bulan suci.
Banyak orang justru mulai merasa kelelahan menjelang akhir Ramadan karena pola tidur yang berubah dan aktivitas yang cukup padat. Padahal, masa ini merupakan waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak amal ibadah. Oleh sebab itu, diperlukan strategi yang tepat agar semangat beribadah tetap terjaga hingga akhir Ramadan.
Salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah menjaga pola makan yang sehat saat sahur dan berbuka. Asupan makanan seimbang yang mengandung karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral membantu tubuh tetap bertenaga selama berpuasa. Selain itu, konsumsi air putih yang cukup antara waktu berbuka hingga sahur juga penting untuk mencegah dehidrasi.
Melansir ayosehat.kemkes.go,id, menjaga pola makan bergizi seimbang dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh merupakan kunci agar tubuh tetap sehat selama menjalankan puasa Ramadan. Masyarakat juga disarankan untuk tetap melakukan aktivitas fisik ringan agar kebugaran tubuh terjaga. Dengan tubuh yang bugar, ibadah di malam hari dapat dijalankan dengan lebih optimal.
Selain menjaga pola makan, mengatur waktu istirahat juga menjadi strategi penting di sepuluh hari terakhir Ramadan. Tidur yang cukup membantu tubuh memulihkan energi setelah menjalani aktivitas ibadah dan kegiatan sehari-hari. Istirahat yang berkualitas juga berperan dalam menjaga konsentrasi dan suasana hati tetap stabil.
Dalam kajian keislaman, sepuluh malam terakhir Ramadan juga menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melansir NU Online, Rasulullah SAW meningkatkan ibadah pada masa tersebut dengan lebih sungguh-sungguh dibandingkan hari-hari sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya memanfaatkan waktu yang tersisa di bulan Ramadan dengan amal kebaikan.
Dengan menjaga kesehatan fisik sekaligus meningkatkan kualitas ibadah, umat Islam dapat menjalani sepuluh hari terakhir Ramadan dengan penuh semangat. Perpaduan antara pola hidup sehat dan kesungguhan beribadah akan membantu seseorang meraih keberkahan bulan suci. Momentum ini pun menjadi kesempatan terbaik untuk menutup Ramadan dengan amal yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....