Menjadi Pribadi Muttaquun.
- 27 Feb 2026 20:57 WIB
- Surabaya
RRI. CO. ID, Surabaya - Upaya menjadi pribadi muttaquun atau insan bertakwa menjadi fokus kajian dalam program Cahaya Pagi RRI Pro 4 Surabaya bertajuk “Menjadi Pribadi Muttaquun.” Materi disampaikan oleh Nyai Umi Dzatin Ni’mah, S.Ag, muballighat Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Timur, dengan dipandu Cak Wahyu.
Dalam pemaparannya, Nyai Umi menegaskan bahwa tujuan utama kehidupan seorang muslim adalah meraih derajat takwa. Ia mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 21 yang memerintahkan manusia untuk beribadah kepada Allah agar menjadi pribadi yang bertakwa. “Takwa bukan sekadar identitas keagamaan, tetapi tujuan hidup yang harus diupayakan secara sadar dan terus-menerus,” ujarnya.
| Baca juga: Menggapai Makna Lailatul Qadar. |
Menurutnya, takwa adalah bekal terbaik dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat, sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 197 bahwa sebaik-baik bekal adalah takwa. Secara bahasa, takwa berarti menjaga atau melindungi diri, sedangkan secara istilah adalah menjaga diri dari murka Allah dengan melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
“Muttaquun adalah mereka yang menjadikan Allah sebagai pusat orientasi hidupnya, konsisten dalam ketaatan, serta berhati-hati dalam sikap, ucapan, dan perbuatan,” jelasnya. Ia menambahkan, takwa tidak hanya tercermin dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam akhlak, etos kerja, dan interaksi sosial.
Nyai Umi juga memaparkan ciri-ciri muttaquun sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, di antaranya beriman kepada yang gaib, menjaga shalat, gemar berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit, mampu menahan amarah serta memaafkan, dan segera bertaubat ketika melakukan kesalahan. “Pribadi muttaquun bukan manusia yang tanpa dosa, tetapi mereka tidak larut dalam kesalahan dan segera kembali kepada Allah,” tuturnya.
Narasumber turut mengutip sabda Rasulullah SAW, “Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada,” sebagai pengingat bahwa takwa harus hadir dalam setiap situasi kehidupan. Selain itu, ia mengingatkan bahwa Allah tidak melihat rupa dan harta, melainkan hati dan amal perbuatan manusia.
Nyai Umi menjelaskan bahwa menjadi muttaquun merupakan proses panjang yang membutuhkan kesungguhan. Upaya yang dapat dilakukan antara lain memperkuat akidah dan ilmu agama, membiasakan amal saleh secara istiqamah, menjaga keikhlasan niat, melakukan muhasabah, serta memilih lingkungan yang baik.
Melalui kajian ini, pendengar diajak menjadikan takwa sebagai orientasi hidup dan berupaya menghadirkan nilai-nilai ketakwaan dalam keseharian, demi meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. “Ukuran kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan jabatan atau kekayaan, tetapi tingkat ketakwaannya,” katanya, mengutip QS. Al-Hujurat ayat 13.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....