Amankah Ngopi saat Sahur?

  • 23 Feb 2026 11:43 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di Indonesia, kopi bukan sekadar minuman. Kopi atau ngopi, sudah menjadi bagian budaya sehari-hari bagi banyak orang, bahkan saat sahur di bulan Ramadan. Namun, ketika tubuh akan menahan haus dan lapar lebih dari 12 jam, pertanyaan pun muncul: amankah ngopi saat sahur dari sisi kesehatan?

Menurut panduan kesehatan yang ditulis di website ayosehat.kemkes.go.id, tubuh yang sehat perlu memprioritaskan hidrasi ketika berpuasa agar terhindar dari dehidrasi sepanjang hari. Asupan air putih yang cukup dari berbuka hingga sahur dianjurkan untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Minuman berkafein seperti kopi memiliki sifat diuretik yang bisa meningkatkan produksi urine sehingga membuat tubuh kehilangan cairan lebih cepat jika tidak dibarengi cukup air putih.

Kopi memang mengandung kafein yang dapat merangsang sistem saraf pusat, membantu meningkatkan kewaspadaan dan energi di pagi hari, suatu hal yang kadang dibutuhkan oleh para pencinta kopi. Kafein dalam dosis rendah hingga sedang dapat memberikan efek stimulasi yang membuat seseorang merasa lebih segar dan meningkatkan konsentrasi. Namun, apabila dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, kafein dapat memicu efek samping seperti kecemasan atau gangguan tidur, yang berpotensi mengganggu pola tidur sahur dan pascapuasa.

Selain itu, beberapa penelitian dan saran medis menyebutkan bahwa minum kopi saat sahur dapat mempercepat keluarnya cairan tubuh, sehingga berisiko mempercepat timbulnya haus dan dehidrasi saat puasa. Konsumsi kopi di saat sahur bisa meningkatkan frekuensi buang air kecil, meningkatkan risiko dehidrasi bagi mereka yang berpuasa.

Dari sisi pencernaan, kopi bersifat asam dan dapat memicu produksi asam lambung lebih tinggi, terutama bila diminum saat perut masih kosong seperti kondisi sahur. Pada orang yang memiliki gangguan pencernaan atau masalah lambung, hal ini bisa menyebabkan rasa tidak nyaman, perut mulas, atau gangguan pencernaan lainnya di siang hari. Oleh sebab itu, bagi sebagian orang, minum kopi saat sahur tanpa makanan pendamping bisa menimbulkan masalah pencernaan.

Untuk mengurangi kemungkinan dampak negatif tersebut, beberapa ahli menyarankan agar konsumsi kopi dibatasi, baik jumlah maupun waktu konsumsinya saat bulan ramadan. Secangkir kopi di waktu sahur mungkin masih bisa dinikmati asalkan disertai minum air putih yang cukup, makanan sahur seimbang, serta tidak berlebihan. Alternatif lain adalah memilih kopi dengan kandungan kafein rendah atau kopi tanpa kafein (decaf) agar efek diuretik ringan yang merugikan keseimbangan cairan dapat diminimalkan.

Meskipun kopi sudah menjadi bagian kebiasaan banyak masyarakat Indonesia, penting untuk memahami bahwa puasa mengubah cara tubuh bekerja, termasuk dalam hal asupan cairan dan pencernaan. Ngopi saat sahur bisa memberikan sensasi segar dan energi sesaat, tetapi menjaga hidrasi dengan air putih cukup tetap harus menjadi prioritas agar tubuh tidak kehausan dan tetap bugar sepanjang hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....