Ramadhan Momentum Perubahan Hidup
- 21 Feb 2026 09:26 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Program Cahaya Ramadhan Pro 4 RRI Surabaya menghadirkan Nyai Dr. Istikomah, M.Ag., Ketua Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur, sebagai narasumber dengan tema “Ramadhan Momentum Perubahan Hidup”. Dalam siaran tersebut, ia menegaskan bahwa puasa bukan sekadar ibadah tahunan menahan lapar dan dahaga, melainkan kesempatan strategis untuk melakukan perubahan menyeluruh dalam kehidupan.
Menurut Nyai Istikomah, Ramadhan adalah momentum peningkatan iman dan takwa sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. “Jika puasa bertujuan melahirkan takwa, maka puasa secara langsung meningkatkan kualitas iman,” jelasnya. Ia juga mengutip QS. Al-Anfal ayat 2 yang menegaskan bahwa orang beriman adalah mereka yang bertambah imannya ketika dibacakan ayat-ayat Allah.
Lebih lanjut, ia menyampaikan hadis Rasulullah SAW, “Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR. Bukhari dan Muslim). Menurutnya, pengampunan dosa menjadi bukti bahwa Ramadhan adalah bulan penuh rahmat dan perubahan spiritual.
Selain meningkatkan kualitas iman, puasa juga membentuk akhlak mulia. “Puasa itu adalah perisai. Maka jangan berkata kotor dan jangan berbuat bodoh,” (HR. Bukhari dan Muslim). Ia menegaskan bahwa puasa mendidik kesabaran, pengendalian diri, serta kemampuan menahan amarah dan lisan dari perkataan yang menyakiti orang lain.
Nyai Istikomah juga menjelaskan bahwa puasa mengubah pola pikir manusia. “Puasa menggeser mindset dari yang berpusat pada hawa nafsu menjadi berpusat pada ridha Allah,” ungkapnya. Ia mencontohkan perubahan sederhana seperti menahan diri untuk tidak langsung memenuhi keinginan ketika lapar atau marah, melainkan mempertimbangkannya dengan nilai keimanan.
Dalam aspek sosial, puasa membentuk kesalihan individual dan sosial. Secara pribadi, puasa melatih keikhlasan dan kejujuran. Sementara secara sosial, puasa menumbuhkan empati dan kepedulian kepada sesama, terutama kepada fakir miskin melalui zakat, infak, dan sedekah. Ia mengutip QS. Al-Insan ayat 8 tentang anjuran memberi makan kepada orang miskin, anak yatim, dan tawanan sebagai bentuk kepedulian sosial.
Di akhir kajian, Nyai Istikomah menegaskan berbagai keistimewaan Ramadhan, di antaranya sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah: 185), hadirnya malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 1–3), serta terbukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim.
“Ramadhan adalah momentum perubahan. Jika dijalani dengan iman dan kesungguhan, maka ia akan melahirkan pribadi yang lebih baik, lebih sabar, dan lebih peduli terhadap sesama,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....