Messi dan Yamal, Dua Generasi Bertemu

  • 16 Jul 2026 19:20 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID. Surabaya – Final Piala Dunia FIFA 2026 tak hanya mempertemukan dua negara kuat, Argentina dan Spanyol, dalam perebutan trofi paling bergengsi di dunia sepak bola. Laga tersebut juga menjadi panggung pertemuan dua generasi, Lionel Messi dan Lamine Yamal, yang kisahnya telah dimulai jauh sebelum keduanya saling berhadapan di lapangan.

Hampir dua dekade silam, tepatnya pada 2007, Messi yang saat itu masih berusia 20 tahun mengikuti sesi pemotretan kalender amal yang digelar harian Sport bekerja sama dengan FC Barcelona Foundation dan UNICEF. Dalam sesi itu, ia menggendong sekaligus memandikan seorang bayi berusia sekitar enam bulan. Bayi tersebut adalah Lamine Yamal.

Dilansir dari dokumentasi FC Barcelona Foundation, kegiatan tersebut merupakan bagian dari kampanye sosial bersama UNICEF yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan anak. Foto itu sempat terlupakan selama bertahun-tahun sebelum kembali menjadi perhatian dunia setelah diunggah keluarga Yamal pada 2024. Sejak saat itu, gambar tersebut dipandang sebagai simbol estafet generasi sepak bola dunia.

Di balik foto ikonik tersebut, fotografer Joan Monfort mengaku tidak pernah membayangkan hasil bidikannya akan memiliki makna sebesar sekarang.

"Itu adalah sesi foto yang cukup sulit. Messi saat itu bahkan lebih pemalu dibanding sekarang. Namun, dia sangat profesional. Dia tenang, sabar, ceria, dan membuat semuanya berjalan mudah," kenang Joan Monfort dalam wawancaranya dengan El País".

Monfort juga menceritakan, Messi sebenarnya tampak lebih canggung menggendong bayi dibanding menghadapi kamera. Suasana baru mencair setelah ia menambahkan seekor bebek karet ke dalam bak mandi sehingga senyum keduanya muncul secara alami. Momen sederhana itulah yang kemudian menjadi salah satu foto paling bersejarah dalam dunia sepak bola.

Kini, hampir 20 tahun berselang, foto yang awalnya hanya menjadi bagian dari kegiatan amal berubah menjadi simbol perjalanan waktu. Lionel Messi hadir sebagai legenda hidup yang telah menginspirasi jutaan pesepak bola di berbagai belahan dunia. Sementara itu, Lamine Yamal muncul sebagai wajah baru sepak bola Spanyol yang berhasil membawa negaranya melaju hingga partai final Piala Dunia 2026.

Apa pun hasil pertandingan nanti, final Piala Dunia 2026 telah menghadirkan sebuah cerita yang melampaui urusan menang dan kalah. Sebuah kegiatan sosial yang digelar tanpa ekspektasi besar pada 2007 justru mengabadikan awal kisah dua pesepak bola lintas generasi. Dari sebuah bak mandi kecil di Camp Nou, Messi dan Yamal akhirnya dipertemukan kembali di panggung terbesar sepak bola dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....