Rehan/Melati Sabet Juara International Challenge 2026
- 28 Sep 2026 10:47 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Rehan Naufal Kusharjanto/Melati Daeva Oktavianti meraih gelar juara Polytron Surabaya International Challenge 2026. Rehan/Melati mengalahkan Bagas Maulana/Apriyani Rahayu dengan skor 21-19, 21-15.
Rehan/Melati memastikan gelar tersebut setelah tampil solid pada laga final ganda campuran. Kemenangan itu menjadi gelar pertama mereka setelah menjalani tiga turnamen bersama.
Rehan Naufal Kusharjanto bersyukur atas gelar perdana tersebut bersama Melati Daeva Oktavianti. “Alhamdulillah, akhirnya kami bisa meraih gelar pertama setelah tiga turnamen yang kami jalani,” kata Rehan, Minggu, 27 September 2026.
Menurut Rehan, gelar tersebut menjadi pembuktian mereka masih mampu bersaing dan terus berkembang sebagai pasangan. “Gelar ini menjadi pembuktian bahwa kami masih bisa bersaing dan terus berkembang sebagai pasangan,” ujarnya.
Rehan menyebut komunikasi menjadi kunci permainan mereka dalam menghadapi laga final. “Kami selalu saling mengingatkan untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkan kesalahan,” katanya.
Melati Daeva Oktavianti mengatakan mereka berusaha menjaga fokus sepanjang pertandingan. “Kami berusaha fokus dari poin ke poin dan menikmati permainan di lapangan,” ujar Melati.
Melati menegaskan mereka tidak ingin terlalu memikirkan hasil pertandingan. “Yang terpenting adalah bagaimana kami bisa bermain maksimal dan memberikan yang terbaik,” katanya.
Menghadapi turnamen berikutnya, Melati memastikan mereka akan kembali mempersiapkan diri secara maksimal. “Insyaallah kami harus selalu siap di Malaysia 100 dan selanjutnya di Kudus 100,” ujarnya.
Melati juga mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang harus dievaluasi setelah pertandingan final. “Kami harus lebih kuat dan lebih tahan lagi dalam menghadapi situasi-situasi sulit,” katanya.
Sementara itu, Bagas Maulana menyebut banyak pelajaran yang didapat setelah menghadapi Rehan/Melati. “Kami harus belajar bagaimana caranya supaya bisa kembali menemukan ritme permainan,” ujar Bagas.
Bagas mengatakan evaluasi mencakup permainan, komunikasi, hingga kemampuan saling menutup ruang di lapangan. “Masih banyak yang harus dievaluasi, mulai dari cara bermain, komunikasi, sampai saling cover,” katanya.
Bagas juga bersyukur bisa mencapai final bersama Apriyani setelah baru menjalani tiga turnamen. “Saya sangat bersyukur dengan perjalanan sejauh ini,” ujarnya.
Menurut Bagas, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus belajar dan berkembang bersama Apriyani. “Hasil ini menjadi motivasi buat saya untuk terus belajar dan memberikan yang lebih baik,” katanya.
Apriyani Rahayu juga tetap mensyukuri hasil pertandingan meski gagal meraih gelar juara. “Alhamdulillah, kami bersyukur dengan hasil hari ini,” kata Apriyani.
Apriyani menilai pertandingan tersebut memberikan evaluasi penting bagi mereka menghadapi turnamen berikutnya. “Kami mengambil hal-hal positif dari pertandingan ini supaya ke depannya terus belajar,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....