Dejan/Apriyani Juara International Challenge 2026 Pontianak
- 02 Sep 2026 07:50 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pasangan ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, meraih gelar juara Turnamen Badminton International Challenge 2026 di Pontianak. Dejan/Apriyani menaklukkan pasangan Chinese Taipei, Sheng-Ming Lin/Liang Ching Sun, melalui pertandingan sengit tiga gim.
Mereka menang dengan skor 19-21, 27-25, dan 21-19 dalam laga final yang berlangsung penuh tekanan. Dejan mengaku bersyukur dapat mempersembahkan gelar juara bersama Apriyani dalam turnamen tersebut.
Menurutnya, gelar tersebut menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan dan keyakinan di antara keduanya. “Alhamdulillah, sangat senang dan bersyukur bisa ambil gelar juara di sini,” ujar Dejan, dikutip dari laman PBSI, Selasa, 1 September 2026.
“Ini bisa menjadi modal untuk membangun kepercayaan dan keyakinan satu sama lain,” katanya. Dejan menilai gelar tersebut penting bukan semata karena level turnamen yang diikuti.
Ia menyebut keberhasilan tersebut menjadi bagian dari proses menuju persaingan pada level yang lebih tinggi. “Bukan tentang levelnya, tetapi tentang prosesnya. Kami sedang berproses ke level yang lebih tinggi,” katanya.
“Semoga ini menjadi pijakan pertama bagi kami untuk melangkah ke depan,” ucap Dejan. Ia mengakui pasangan Chinese Taipei memberikan perlawanan kuat sepanjang pertandingan final.
Menurut Dejan, kekuatan dan permainan cepat lawan sempat membuat mereka kesulitan mengembangkan permainan. “Lawan bermain sangat bagus dan power mereka juga kencang," ucapnya.
“Pemain putranya pintar mengarahkan bola sehingga posisi kami sering tidak enak,” ujar Dejan. Namun, Dejan dan Apriyani akhirnya mampu menemukan strategi yang tepat pada poin-poin krusial pertandingan.
“Alhamdulillah, di saat-saat akhir kami bisa mendapatkan formula yang tepat untuk melawannya,”ujarnya. Sementara itu, Apriyani menyampaikan terima kasih kepada Dejan, tim pelatih, dan rekan-rekan sektor ganda campuran.
Ia mengaku mendapat banyak dukungan setelah memutuskan beralih dan beradaptasi di sektor ganda campuran. “Terima kasih untuk Dejan, tim pelatih, dan teman-teman ganda campuran yang sudah banyak membantu,” ujar Apriyani.
“Saya yang baru pindah ke ganda campuran tentu membutuhkan proses dan dukungan dari semuanya,” katanya. Apriyani berharap gelar tersebut dapat menjadi modal bagi sektor ganda campuran Indonesia untuk kembali bangkit.
Menurutnya, seluruh pemain harus terus bekerja keras untuk menghadapi tantangan pada kompetisi berikutnya. “Semoga ini menjadi modal kami semua di sektor ganda campuran untuk bangkit lagi,” ucapnya.
“Kami harus berjuang ekstra keras untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya,” kata Apriyani. Ia mengakui pertandingan final berlangsung tidak mudah dengan tensi tinggi sejak gim pertama.
Meski sempat gugup dan berada dalam tekanan, keduanya berusaha menjaga semangat serta mengendalikan pertandingan. “Sangat tidak mudah pertandingan hari ini karena tensinya sangat tinggi dan kami terus tertekan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....