Kejurnas Tarung Derajat Pelajar BHS Cup 2026 Jadi Ajang Pembinaan Atlet Jatim

  • 29 Agt 2026 18:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pengurus Provinsi (Pengprov) Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur tampil dengan kekuatan penuh pada ajang Kejuaraan Nasional Tarung Derajat Antar Pelajar BHS Cup 2026 di Surabaya, 28-30 Agustus 2026. Ajang ini menjadi pembinaan bagi atlet-atlet muda yang akan dipersiapkan sebagai atlet senior ke depan.

Ketua Harian Kodrat Jatim, Erwin H Poedjono mengatakan, pihaknya tengah fokus membina atlet muda sebagai pelapis ke depan. Menurutnya, turnamen ini juga penting guna memberi wadah untuk mengukur kemampuan atlet dari hasil latihan yang sudah berjalan selama ini.

Meski mengukur prestasi, namun Jatim tetap serius menatap ajang ini. Sehingga, bisa melahirkan atlet-atlet terbaik untuk ajang lebih tinggi ke depan.

"Kejuaraan memang kita adakan untuk dua tahun ke depan. Setelah ini ada kejurnas senior bulan Desember. Dari sini tadi disampaikan mungkin ada seni gerak yang bisa turun.

Tahun depan ada Pra-PON, pasti ada anak-anak ini yang ikut jadi lapis untuk kemudian 2028 ikut PON. Itu alasan kenapa yang awalnya ini kejurnas senior, dirubah menjadi kejurnas pelajar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyambut baik terselenggaranya ajang ini di Surabaya. Menuruntya, ini merupakan upaya penting untuk menjaga pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Nabil mengatakan, kejuaraan tingkat pelajar yang digelar sangat penting untuk mempersiapkan regenerasi atlet. Sehingga, Jawa Timur tidak akan kehabisan atlet-atlet berprestasi ke depan.

"Kita bangga karena ini menunjukkan ada sebuah konsistensi pembinaan yang berjalan secara berkelanjutan. Artinya ada konsistensi kader di lapis kedua yang selalu siap menggantikan ketika ada perubahan atlet atau promosi dan degradasi," ujar Nabil.

Dijelaskan Nabil, mekanisme pembinaan yang berjalan baik ini penting untuk menjaga kedalaman skuad atlet Jatim. Menurutnya, promosi degradasi harus terus dilakukan agar dapat terjaring atlet-atlet terbaik untuk PON.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....