Prestasi Asia Jadi Modal Atlet Hapkido Jatim Kejar Target Baru
- 23 Agt 2026 10:52 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pengalaman meraih medali emas di ajang Hapkido tingkat Asia menjadi salah satu pencapaian penting bagi atlet Jawa Timur, Ngaisatun Sholikah dan Widy Ulung. Prestasi tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga menjadi modal dan motivasi bagi keduanya untuk menghadapi persaingan di level berikutnya.
Bagi Sholikah, tampil di kejuaraan Asia menjadi pengalaman internasional pertamanya. Ia mengaku sempat merasa takut dan kurang percaya diri ketika harus berhadapan dengan atlet dari berbagai negara.
"Yang paling mengesankan adalah pertama kali saya mengikuti kejuaraan di luar negeri. Pertama pasti takut, apalagi perjalanan sudah satu hari," ujar Sholikah.
China menjadi salah satu negara yang menurut Sholikah memiliki persaingan cukup berat. Ia bahkan sempat merasa minder ketika harus berhadapan dengan atlet dari negara tersebut, namun pengalaman itu justru mendorongnya untuk membangun kepercayaan diri di arena pertandingan.
"Apalagi saya orang Jawa, ketika bertemu orang-orang dari China, saya sempat merasa sedikit insecure. Percaya diri, harus selalu percaya diri," katanya.
Sementara itu, Widy mengaku sudah lebih terbiasa mengikuti pertandingan di luar negeri. Meski demikian, ia melihat perkembangan atlet di Asia semakin pesat, terutama dari Hong Kong dan Thailand yang mulai menjadi pesaing dalam persaingan Hapkido.
"Kurang lebih sama. Tetapi sebelumnya saya juga sudah pernah ke luar negeri untuk pertandingan, jadi lebih tidak terlalu expect. Ternyata lawan-lawan juga berkembang cukup pesat," ungkap Widy.
Pengalaman sekaligus prestasi di level Asia menjadi bekal bagi Sholikah dan Widy untuk menghadapi agenda berikutnya. Persaingan yang semakin ketat membuat keduanya harus terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri secara lebih matang.
Target terdekat yang akan dihadapi adalah Kejuaraan Daerah di Lampung, kemudian PON Bela Diri. Setelah itu, keduanya membidik Porprov di Surabaya dan babak kualifikasi PON sebagai bagian dari perjalanan menuju level kompetisi yang lebih tinggi.
"Bulan depan ada Kejurda di Lampung, setelah itu ada PON Bela Diri. Tahun depannya ada Porprov di Surabaya, kemudian BK PON," kata Sholikah.
Di balik ambisi mengejar prestasi, kecintaan terhadap Hapkido menjadi alasan keduanya terus bertahan dan berkembang. Bagi Sholikah, Hapkido bukan sekadar olahraga untuk bertanding, tetapi juga menjadi bagian dari proses membentuk karakter dalam kehidupan sehari-hari.
"Lebih disiplin, lebih jujur, dan sopan. Ada nilai-nilai seperti kejujuran, kesopanan, keberanian, dan kesetiaan," tutur Sholikah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....