ITF Junior Widjojo Soejono Jadi Wadah Pembinaan Petenis Muda
- 29 Sep 2026 17:00 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Turnamen ITF Junior Widjojo Soejono ke-43 terus mempertahankan marwahnya sebagai ajang pembinaan tenis junior Indonesia. Kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi atlet muda Indonesia untuk merasakan persaingan tenis di level internasional.
Cucu pendiri Turnamen Tenis ITF Junior Widjojo Soejono, Roy Pandu Widjojo, mengatakan jumlah peserta terus bertambah setiap tahun. Meski jumlah negara peserta mengalami penurunan, tujuan utama penyelenggaraan turnamen tetap dipertahankan.
“Sesuai dengan apa yang disampaikan ketua panitia tadi, jumlah peserta makin bertambah. Walaupun memang secara jumlah negara berkurang,” ujar Roy Pandu Widjojo, Selasa, 29 September 2026.
Menurut Roy, turnamen tersebut sejak awal diselenggarakan untuk memberikan pengalaman bertanding internasional bagi atlet tenis junior Indonesia. Karena itu, keberlanjutan kejuaraan menjadi bagian penting dalam pembinaan atlet usia muda.
“Kejuaraan ini dibuat atau diselenggarakan dari awalnya itu untuk memberikan kesempatan atlet tenis Indonesia junior, berkesempatan untuk bertanding di kelas internasional,” katanya.
Roy menegaskan pihak keluarga dan penyelenggara tetap bersyukur turnamen tersebut dapat terus dilaksanakan. Keberlanjutan kejuaraan diharapkan tetap menjaga nilai dan tujuan yang diwariskan pendirinya.
“Kita syukuri apa adanya, kita terus mencoba. Kita masih diberikan kesehatan untuk tetap melanjutkan turnamen ini sesuai marwahnya,” ucap Roy.
Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan Tenis Indonesia (PELTI) Jawa Timur Ismed Jauhar mengatakan kejuaraan internasional tersebut rutin digelar setiap tahun. PELTI Jatim juga menargetkan penyelenggaraan lebih banyak turnamen internasional.
“Tiap tahun kita menyelenggarakan kejuaraan internasional ITF dari tahun ke tahun. Target kami tahun depan Insya Allah bisa menyelenggarakan lebih dari satu kali ITF dan ATP,” ujar Ismed.
Menurut Ismed, penyelenggaraan turnamen internasional diharapkan dapat memperkuat pembinaan atlet tenis berdasarkan kelompok umur. Pembinaan tersebut diarahkan untuk meningkatkan prestasi atlet sejak usia dini.
“Mudah-mudahan ini menumbuhkan atlet-atlet tenis dalam hal pembinaan menuju prestasi kelompok umur. Mulai dari KU-8 sampai KU-16,” katanya.
Turnamen ITF Junior Widjojo Soejono ke-43 digelar di sejumlah lapangan tenis di Surabaya. Pertandingan berlangsung di Lapangan Tenis Makodam V/Brawijaya, UNESA, Marinir Gunung Sari, PDAM Surya Sembada, dan Perumahan Pratama Wiyung.
Kejuaraan tersebut diikuti 570 atlet, terdiri dari 420 atlet Tenis Daerah Pendukung (TDP) dan 150 atlet ITF dari 20 negara. Yakni dari Indonesia, Amerika Serikat, Jepang, Belgia, Vietnam, Singapura, Korea Selatan, Hongkong, Taipei, India, Fiji, Australia, Thailand, Belanda, Vanuatu, Malaysia, Yunani, Irlandia, Prancis, dan Filipina.
Pertandingan mempertandingkan nomor tunggal dan ganda kelompok usia 8, 10, 12, 14, dan 16 tahun putra-putri. Sementara kategori internasional mempertandingkan kelompok usia 18 tahun putra dan putri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....