POTSI Jatim Perluas Pembinaan Teqball, Bidik Porprov 2027

  • 09 Agt 2026 22:16 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Pengprov Persatuan Teqball Seluruh Indonesia (POTSI) Jawa Timur mulai menyiapkan langkah untuk memperluas pembinaan Teqball ke sejumlah daerah. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun basis atlet sekaligus menyiapkan kompetisi yang lebih terstruktur.

Wakil Sekjen PP POTSI sekaligus Sekretaris Umum POTSI Jawa Timur, Didik Utomo Pribadi, mengatakan Teqball memiliki peluang besar berkembang di Jawa Timur. Karakter permainan yang memadukan unsur sepak bola dan sepak takraw dinilai sesuai dengan minat generasi muda.

“Bagus. Artinya karena ini olahraga milenial, untuk kalangan muda. Ini sangat digemari sebetulnya. Cuma sosialisasinya masih belum maksimal,” kata Didik.

Untuk memperluas jangkauan pembinaan, POTSI Jawa Timur mulai memetakan sejumlah kabupaten/kota yang berpotensi menjadi sentra Teqball. Saat ini, sekitar sepuluh daerah telah merintis pembentukan organisasi dan pembinaan atlet.

“Ini masih ada rintisan, mungkin barangkali sudah ada sepuluh yang nanti akan kita kembangkan dan kita bina,” ujarnya.

Menurut Didik, pembentukan basis di daerah menjadi bagian penting agar pembinaan tidak hanya terpusat di tingkat provinsi tetapi juga secara kompetisi. POTSI Jawa Timur menargetkan Teqball dapat masuk sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 di Surabaya.

Untuk mendukung target tersebut, sosialisasi akan diperluas ke berbagai kabupaten/kota. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan aturan dan karakter permainan Teqball kepada calon atlet maupun masyarakat.

POTSI Jawa Timur juga mulai menyiapkan perangkat pertandingan melalui pelatihan wasit. Keberadaan wasit lokal dinilai penting untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi apabila Teqball mulai berkembang di tingkat daerah.

Dalam pencarian atlet, POTSI Jawa Timur tidak hanya mengandalkan pemain yang sejak awal menekuni Teqball. Atlet sepak takraw, futsal, dan sepak bola menjadi sasaran utama karena memiliki modal teknik serta karakter gerakan yang relevan.

“Kolaborasi atau sinergitas beberapa cabor untuk memperoleh atlet ini, di antaranya atlet sepak takraw, kemudian futsal dan sepak bola. Ini menjadi tandem pembinaan kami dengan takraw,” jelas Didik.

Namun, pemerataan pembinaan masih menghadapi persoalan fasilitas. Salah satu kendala utama adalah ketersediaan meja Teqball yang harus memenuhi standar dan lisensi federasi internasional.

“Kita ketergantungan dari Hungaria untuk meja ini sangat luar biasa,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, terdapat rencana pengadaan sekitar 100 meja Teqball yang akan didistribusikan ke sejumlah provinsi di Indonesia. Ketersediaan peralatan diharapkan mempercepat pengembangan Teqball, termasuk di Jawa Timur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....