Teqball Indonesia Matangkan Persiapan, Thailand Jadi Lawan Terberat
- 09 Agt 2026 22:14 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Teqball Indonesia membidik prestasi lebih tinggi pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Ketua Umum PP POTSI, Jovinus Carolus Legawa, mengatakan persiapan tim nasional telah dilakukan sejak dua tahun lalu dilakukan setelah melihat peluang Teqball berkembang sebagai cabang olahraga yang dipertandingkan dalam multi-event.
“Kita sebenarnya sudah mempersiapkan atlet-atlet Tekbol ini sejak dua tahun lalu karena kita melihat ada peluang Tekbol masuk dalam multi-event games,” ujar Jovinus.
Persiapan tim nasional diperkuat dengan mendatangkan pelatih asal Hungaria, Gabriel Kota. Sentralisasi latihan telah dilakukan sejak persiapan SEA Games 2025 dan dilanjutkan untuk menghadapi Asian Games 2026.
Namun, Indonesia hanya dapat mendaftarkan tiga nomor dari lima nomor yang tersedia karena keterbatasan regulasi. Kondisi tersebut membuat PP POTSI harus selektif menentukan nomor yang dinilai memiliki peluang menembus semifinal hingga final.
“Kita sangat hati-hati melihat nomor mana yang memiliki peluang bagi atlet-atlet kita untuk bisa melaju ke semifinal, bahkan final,” katanya.
Empat atlet telah disiapkan untuk memperkuat Indonesia pada tiga nomor tersebut. Yoga dan Arbika akan tampil di nomor tunggal putra, Zikra di tunggal putri, sedangkan Laode dan Husni Ubah turun pada nomor ganda putra.
Keempat atlet tersebut merupakan pemain terbaik Indonesia yang sebelumnya meraih medali perak pada SEA Games 2025 Thailand. Jovinus berharap pengalaman tersebut menjadi modal untuk meningkatkan prestasi di Asian Games.
“Kita berharap dan mohon doanya agar kita bisa mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Jepang nanti,” tuturnya.
Sementara Pelatih Teqball Indonesia asal Hungaria, Gabriela Kota, mengatakan persaingan di Asian Games akan lebih berat dibandingkan SEA Games. Meski demikian, Indonesia memiliki modal karena diperkuat atlet-atlet yang sebelumnya berhasil menyumbangkan medali di SEA Games 2025.
“Tahun lalu kita melakukan persiapan yang panjang dan baik untuk SEA Games. Atlet-atlet tersebut berhasil dan kita mendapatkan lima medali di SEA Games,” ujar Gabriela.
Menurutnya, skuad yang dipersiapkan untuk Asian Games memiliki pengalaman bertanding di level regional. Kondisi tersebut menjadi modal penting, meski persaingan di tingkat Asia dipastikan lebih ketat.
“Untuk kali ini, di Asian Games, akan jauh lebih sulit mendapatkan medali. Tetapi kita memiliki atlet yang sama, yang juga mendapatkan medali di SEA Games,” katanya.
Gabriela menilai Thailand menjadi pesaing terberat Indonesia di Asian Games. Negara tersebut dinilai memiliki level permainan yang berbeda karena sudah mengembangkan Teqball selama sekitar delapan tahun.
“Menurut saya, negara yang paling kuat adalah Thailand. Saya pikir Thailand adalah satu-satunya negara yang saat ini berada di level yang berbeda," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....