Boccia Indonesia Raih Tiga Emas Kejuaraan Dunia
- 08 Sep 2026 05:12 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Tim boccia Indonesia mengukir prestasi bersejarah pada World Boccia Championship 2026 di Seoul, Korea Selatan. Tampil perdana di kejuaraan dunia, Indonesia berhasil membawa pulang tiga medali emas dan satu perak.
Kejuaraan berlangsung pada 24 Agustus hingga 4 September 2026. Indonesia menjadi negara dengan raihan medali emas terbanyak dalam ajang tersebut. Thailand mengoleksi dua emas dan dua perak selama kejuaraan. Hong Kong meraih satu emas, dua perak, dan dua medali perunggu.
Tiga emas Indonesia dipersembahkan Handayani dari nomor BC1 putri. Muhammad Afrizal Syafa meraih emas dari nomor BC1 putra. Emas lainnya diraih tim mixed BC1/BC2 yang diperkuat Afrizal Syafa, Felix Ardi Yudha, dan Gischa Zayana. Felix juga menyumbangkan medali perak dari nomor BC2 putra.
Pelatih Boccia Indonesia, Islahuzzaman Nur Yadin, menyebut hasil tersebut sesuai proyeksi tim pelatih. Menurutnya, para atlet tampil percaya diri dan konsisten sepanjang kejuaraan.
“Raihan medali di setiap kelas sebenarnya sudah kita prediksi, termasuk juga dengan lawan-lawannya,” kata Islah, dikutip dari laman Kemenpora RI, Senin, 7 September 2026. “Kita bisa pegang di kelas BC1 putra dan putri, serta BC2 putra di kategori tim".
Prestasi di Seoul menjadi modal penting Indonesia menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Poin kejuaraan dunia memiliki bobot besar dalam sistem pemeringkatan Paralimpiade.
Tim pelatih memberikan perhatian khusus terhadap nomor BC1 putri. Handayani diharapkan terus mengumpulkan poin untuk memperbaiki peringkat dunia.
Indonesia sebelumnya belum memiliki wakil BC1 putri pada Paralimpiade Paris 2024. Karena itu, nomor tersebut menjadi salah satu fokus pembinaan menuju Los Angeles 2028.
“Kita cukup fokus di BC1 putri karena kemarin belum lolos ke Paralimpiade Paris 2024. Tahun ini kita kejar dari ajang World Cup, berhasil podium terus dan akhirnya mempertahankan prestasinya,” katanya.
Usai sukses di Seoul, tim boccia Indonesia langsung mengalihkan fokus menuju Asian Para Games 2026. Ajang tersebut berlangsung di Nagoya, Jepang, pada 18 hingga 24 Oktober 2026.
Waktu sekitar satu bulan akan dimanfaatkan untuk mengevaluasi penampilan sekaligus mematangkan persiapan. Thailand, Hong Kong, dan Jepang diperkirakan menjadi pesaing kuat Indonesia.
“Kita optimistis atlet yang berangkat ke Asian Para Games Nagoya sudah siap untuk bertarung. Waktu satu bulan ini akan kita maksimalkan untuk berlatih lagi,” ujarnya.
Handayani tidak ingin larut dalam euforia kemenangan di Seoul. Ia langsung mempersiapkan diri menghadapi persaingan pada Asian Para Games Nagoya.
Handayani akan memperbaiki teknik permainan, terutama saat melakukan bola pertama dan bola jauh. Ia menargetkan hasil terbaik dalam pertandingan mendatang.
“Kalau evaluasi dari saya harus matengin lagi bola pertama sama bola jauh. Targetnya, Bismillah bisa podium tertinggi, minimal sampai final,” ujarnya.
Sementara itu, Felix Ardi Yudha membawa pulang perak nomor individu dan emas bersama tim mixed BC1/BC2. Ia menilai pengalaman tampil pada kejuaraan dunia menjadi pelajaran penting sebelum menghadapi Asian Para Games.
Felix juga akan memperkuat aspek mental dan kecepatan mengambil keputusan selama pertandingan. “Evaluasi saya lebih ke mentalitas dan cara berpikir agar lebih cepat mengambil keputusan,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....