Muaythai Jatim Perkuat Kualitas Pelatih, Wasit dan Juri jelang Porprov 2027

  • 11 Jul 2026 22:28 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia (MI) Jawa Timur menggelar Penataran Pelatih, Wasit, dan Juri 2026 yang diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota. Kegiatan bertema "Membangun SDM Muaythai yang Profesional, Berintegritas, dan Berstandar Internasional" itu berlangsung di Aula KONI Jawa Timur, Sabtu 11 Juli 2026.

Ketua Pengprov MI Jawa Timur, Baso Juherman, mengatakan penataran ini bertujuan menyamakan standar pembinaan serta perangkat pertandingan sesuai regulasi internasional. Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan perkembangan muaythai di berbagai daerah.

"Penataran kali ini diikuti 80 peserta dari 25 kabupaten/kota. Antusiasmenya sangat baik. Ini menandakan muaythai sedang berkembang pesat dan semakin banyak digandrungi masyarakat," ujar Baso.

Ia menjelaskan, meningkatnya jumlah kejuaraan turut mendorong kebutuhan pelatih, wasit, dan juri yang kompeten. Karena itu, penataran menjadi sarana meningkatkan kualitas SDM sekaligus membuka peluang bertugas di berbagai ajang.

"Semakin banyak kejuaraan yang menggunakan aturan muaythai, maka kebutuhan terhadap pelatih, wasit, dan juri juga meningkat. Ini menjadi peluang sekaligus ladang pengabdian bagi SDM muaythai di daerah," katanya.

Baso menambahkan, pembinaan yang terus berkembang berdampak pada prestasi atlet Jawa Timur. Pada Kejuaraan Dunia Muaythai di Malaysia, atlet Jatim meraih dua medali perak melalui Aldento Brilian Bara Pratama dan Elija, serta satu medali perunggu dari Fausta Latifah di kelas 48 kilogram. Sebelumnya, pada Kejuaraan Asia di Vietnam, Jatim juga meraih satu medali emas dan dua medali perak.

"Ini merupakan keikutsertaan pertama di Kejuaraan Dunia dan kami langsung membawa pulang medali. Sebelumnya pada Kejuaraan Asia di Vietnam kami juga berhasil meraih satu emas dan dua perak. Prestasi ini menjadi motivasi bagi atlet-atlet daerah untuk terus berkembang," ungkapnya.

Selain meningkatkan kapasitas peserta, penataran juga menyosialisasikan regulasi terbaru dari International Federation of Muaythai Associations (IFMA). Menurut Baso, seluruh pelatih, wasit, dan juri harus memiliki pemahaman yang sama agar pertandingan berlangsung profesional.

"Regulasi IFMA terus mengalami perkembangan. Karena itu semua pelatih, wasit, dan juri harus memahami aturan terbaru agar memiliki persepsi yang sama. Dengan begitu pertandingan akan berlangsung lebih profesional dan tidak menimbulkan perdebatan," jelasnya.

Penataran ini juga menjadi persiapan menuju Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. Pengprov MI Jatim akan memilih peserta terbaik untuk mengikuti Pelatihan Wasit dan Juri Tingkat Nasional di Bekasi pada 1-4 Agustus 2026 sebelum bertugas di Kejuaraan Nasional Muaythai.

"Kami akan memilih peserta terbaik untuk mengikuti pelatihan nasional. Harapannya mereka menjadi aset nasional dan mampu membawa nama baik Jawa Timur di tingkat Indonesia," tegas Baso.

Sementara itu, atlet Pelatnas sekaligus pemateri penataran, Aldento Brilian Bara Pratama, mengatakan materi difokuskan pada teknik dasar seni muaythai agar seluruh daerah menerapkan standar pembinaan yang sama.

"Hari ini kami memberikan materi dasar seni muaythai agar seluruh daerah memiliki persepsi yang sama. Nantinya saat Porprov maupun kejuaraan lainnya sudah menggunakan satu aturan yang berlaku secara internasional," kata Aldento.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengulangan teknik dasar dalam proses latihan agar atlet memiliki kesiapan maksimal saat bertanding.

"Tips yang paling penting bagi para pelatih adalah terus mengulang gerakan. Atlet harus benar-benar hafal dan memahami teknik. Kalau hanya sekali latihan lalu belum paham, saat bertanding bisa kehilangan fokus dan penampilannya tidak maksimal," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....