KONI Jatim Terapkan Standar Rekrutmen Atlet, Pembinaan Lebih Terukur
- 21 Jun 2026 19:23 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - KONI Jatim menegaskan bahwa proses rekrutmen atlet dilakukan melalui sejumlah jalur yang telah ditetapkan. Ketua KONI Jatim M.Nabil mengatakan setiap atlet yang dinilai memiliki kemampuan akan mengikuti tahapan seleksi sebelum masuk dalam program pembinaan.
“Jadi, pokoknya begini. Pada itu rekrutmennya ada empat poin. Satu, melalui kabupaten/kota, melalui pengurus cabang olahraga, dan individu. Jadi masing-masing kalau sudah punya kemampuan ya kita rekrut, tentu melalui tahap-tahap ini,” ujar Nabil, Minggu, 21 Juni 2026.
Menurut Nabil, saat ini proses yang dilakukan adalah identifikasi dan rekrutmen di internal masing-masing cabang olahraga. KONI Jawa Timur berfokus membina atlet yang sudah berprestasi, sementara atlet yang belum berprestasi tetap mendapat pembinaan melalui pengurus cabang olahraga.
"Hari ini yang dilakukan melakukan sebuah identifikasi rekrutmen tentu di internal mereka. Jadi kita itu membina yang berprestasi. Yang belum berprestasi dibina oleh pengurus cabang olahraga,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa sistem pembinaan atlet akan berjalan secara berkelanjutan melalui mekanisme promosi dan degradasi. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan capaian prestasi Jawa Timur pada ajang olahraga nasional mendatang.
“Ada promosi, ada degradasi, tapi tetap berjalan terus. Ujungnya adalah bagaimana kita punya prestasi yang lebih baik dari PON-PON sebelumnya dan keyakinan itu selalu ada pada kami. Karena siapa pun dan di mana pun bisa melakukan prestasi itu,” tuturnya.
Nabil menilai optimisme tersebut didukung oleh aktivitas kompetisi olahraga yang terus berlangsung di berbagai daerah. Menurutnya, tidak ada daerah yang vakum sehingga potensi atlet baru terus bermunculan.
“Alat ukurnya apa? Kompetisi yang sering dilakukan oleh pemprov. Kemudian kegiatan-kegiatan olahraga itu di masing-masing daerah tidak ada yang vakum. Semua berjalan dan itu dinamis. Itu artinya kan potensi itu ada,” ujarnya.
Selain memperkuat pembinaan atlet, KONI Jawa Timur juga akan melakukan pengukuran prestasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan berikutnya.
“Penguatan-penguatan itu yang membuat optimisme kami ada kekuatan untuk berprestasi. Tinggal bagaimana berkompetisi dengan provinsi lain sekarang. Kemudian ada semacam tes prestasi yang dilakukan, insyaallah seperti itu akan jalan nanti,” kata Nabil.
Ia menambahkan bahwa kualitas dan kualifikasi pelatih menjadi salah satu aspek yang akan diperkuat dalam program akselerasi pembinaan. Untuk itu, KONI Jawa Timur akan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk IPSI.
“Itu termasuk bagian dari akselerasi. Ada melalui pembinaan percepatan. Tinggal bagaimana penguatan-penguatan pelatih, kualifikasi pelatih itu yang nanti akan diperkuat. Kami akan koordinasi dengan Pak Ketua IPSI nanti," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....