Atlet Kurash Jatim Diuji jelang PON Bela Diri
- 26 Mei 2026 11:04 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Kejuaraan Kurash Piala Wali Kota Surabaya 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan cabang olahraga Kurash di Jawa Timur. Ajang tersebut menjadi test event bagi atlet Puslatda dan Puslatcab sebelum menghadapi berbagai agenda besar olahraga nasional.
Ketua Penyelenggara Kurash Piala Wali Kota Surabaya 2026, Elia Neneng, mengatakan kejuaraan ini memiliki beberapa tujuan strategis, termasuk persiapan menuju PON Bela Diri di Manado serta road to Porprov Jawa Timur.
"Pertama ini kan memperingati Hari Jadi Kota Surabaya. Yang kedua ini merupakan test event anak-anak Puslatda maupun Puslatcab Kota Surabaya dan Jawa Timur. Kemudian ini juga menjadi test event untuk PON Bela Diri di Manado serta road to Porprov karena Surabaya menjadi tuan rumah,” ujar Neneng, Selasa, 26 Mei 2026.
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi sarana evaluasi perkembangan atlet dari berbagai daerah di Jawa Timur, khususnya pada nomor seni atau uzul yang kini mulai menunjukkan peningkatan signifikan.
“Kalau dulu nomor uzul atau seni belum banyak diminati, sekarang sudah banyak daerah yang mengeluarkan atlet seni. Untuk fighter memang masih merata, tetapi perkembangan kabupaten dan kota sudah cukup bagus,” katanya.
Neneng menambahkan, kualitas atlet Kurash Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Bahkan, salah satu atlet asal Kota Madiun telah memiliki pengalaman tampil di ajang internasional.
“Ada atlet dari Kota Madiun yang sudah mengikuti Asian Games, yaitu Savira Diah Fitri Rizkianti. Dia juga turun di event kali ini,” ungkapnya.
Selain itu, beberapa atlet yang tampil juga merupakan bagian dari program pembinaan KONI Jawa Timur untuk persiapan PON Bela Diri. Namun hingga kini, kuota atlet yang akan diberangkatkan masih menunggu keputusan resmi dari KONI Jatim.
“Kalau dari kami sebenarnya mengusulkan semua kelas. Tetapi keputusan akhir tetap melihat hasil tes fisik dan evaluasi dari KONI Jatim," jelas Neneng.
Sementara itu, Ketua Federasi Kurash Indonesia (Ferkushi) Jawa Timur sekaligus mantan atlet gulat nasional, Didi Supriyadi, menilai perkembangan Kurash di Jawa Timur mulai merata dan tidak lagi didominasi daerah tertentu.
“Kalau melihat beberapa tahun terakhir, perkembangan atlet sudah mulai merata. Atlet Puslatda juga banyak yang sudah pensiun karena faktor usia, sehingga dari event seperti ini kita berharap muncul bibit-bibit baru,” ujar Didi.
Menurutnya, ajang tersebut menjadi bagian penting dalam proses seleksi atlet menuju PON Bela Diri. Dari total 15 kelas yang dipertandingkan di ajang nasional nanti, Jawa Timur hanya mendapat enam kuota atlet dari KONI Jatim.
"Kita cuma dikasih enam kuota. Jadi harus benar-benar melihat atlet yang paling potensial untuk meraih emas, karena target KONI Jatim jelas emas," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....