Anggaran Menyusut, KONI Jawa Timur Seleksi Atlet Lebih Ketat
- 12 Mei 2026 22:13 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Penurunan anggaran dari pemerintah berdampak pada program pembinaan atlet di KONI Jawa Timur. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jawa Timur, Dudi Harjantoro, mengatakan kondisi ini membuat seleksi atlet untuk pemusatan latihan daerah (Puslatda) menuju ajang mendatang dilakukan lebih ketat.
Dudi Harjantoro mengatakan penyesuaian anggaran berpengaruh langsung terhadap jumlah atlet yang dapat dibina. Karena itu, KONI Jatim menerapkan strategi yang lebih efektif dan efisien dalam menentukan atlet yang masuk program Puslatda.
“Penurunan anggaran dari pemerintah ke KONI Jawa Timur jelas ada pengaruhnya. Dari penurunan anggaran itu, jelas ada efeknya,” ujar Dudi, Selasa, 12 Mei 2026.
Ia menjelaskan, atlet yang diprioritaskan untuk mengikuti Puslatda adalah mereka yang berhasil meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional terakhir. Namun, peluang bagi atlet lain tetap terbuka melalui mekanisme evaluasi berkelanjutan.
Menurut Dudi, KONI Jatim juga menyiapkan program promosi dan degradasi atau promdeg. Skema ini memungkinkan atlet yang sudah masuk Puslatda tetap dievaluasi performanya secara berkala.
“Atlet yang mendapatkan medali emas dan perak pun belum tentu nanti bisa dipertahankan. Tapi secara utama, kita utamakan mereka yang akan masuk ke Puslatda terlebih dahulu,” katanya.
Selain berdasarkan capaian di PON, atlet juga berpeluang masuk Puslatda melalui prestasi di kejuaraan nasional. KONI Jatim akan memantau hasil para atlet pada berbagai Kejurnas sebagai bahan pertimbangan tambahan.
KONI Jawa Timur memastikan atlet yang berhasil menyabet medali emas dan perak di even kejurnas berpeluang besar menghuni Puslatda. “Apabila dia berhasil mendapatkan medali emas dan perak di even Kejurnas, bisa kita akomodir untuk masuk pemusatan latihan daerah atau Puslatda,” kata Dudi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....