Kejurprov Panjat Tebing Jatim 2026 Jadi Ajang Regenerasi menuju PON

  • 07 Mei 2026 11:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Panjat Tebing Jawa Timur 2026 yang berlangsung pada 7–10 Mei 2026 di Lapangan Jatim Seger, Surabaya, menjadi ajang pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet muda menuju level nasional hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sebanyak 294 atlet dari 30 kabupaten/kota ambil bagian dalam kejuaraan tersebut. Para peserta berasal dari berbagai kelompok umur, mulai KU-9, KU-11, KU-13, KU-15, KU-17, hingga KU-19.

Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Jawa Timur, Henky Irawan, mengatakan Kejurprov menjadi pintu awal bagi atlet muda untuk menembus kompetisi nasional. “Dari Kejurprov ini diharapkan bisa mengirimkan atlet-atlet Jawa Timur ke Kejurnas dan meraih prestasi sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Menurut Henky, regenerasi atlet menjadi fokus utama FPTI Jatim di tengah persaingan nasional yang semakin kompetitif. Karena itu, pihaknya berencana memperbanyak kejuaraan dengan format terbuka agar atlet memiliki lebih banyak pengalaman bertanding. “Kami ingin semakin banyak event agar atlet punya jam terbang dan pengalaman bertanding,” katanya.

Ia optimistis Jawa Timur mampu mempertahankan dominasi di tingkat nasional. Dukungan dari KONI Jawa Timur dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Timur dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga prestasi cabang olahraga panjat tebing. “Kami optimistis tetap mempertahankan posisi juara umum di Kejurnas,” tegasnya.

Kejurprov ini juga menjadi sarana evaluasi kemampuan atlet muda. Dari total peserta, sebanyak 160 atlet putra dan 130 atlet putri tampil mewakili daerah masing-masing.

Selain perebutan medali, kejuaraan tersebut digunakan sebagai ajang seleksi menuju Kejuaraan Nasional Kelompok Umur di Jakarta. Seluruh atlet diharapkan mampu tampil maksimal dengan tetap menjunjung sportivitas.

Ketua Umum KONI Jawa Timur, M Nabil, menilai panjat tebing membutuhkan keseimbangan kemampuan teknik, fisik, dan mental. “Semakin banyak mengikuti event, refleks ketika bertanding semakin tinggi. Skill kuat, power aman, dan mental bertanding juga terbentuk,” ujarnya.

Meski Jawa Timur masih menjadi salah satu kekuatan utama panjat tebing nasional, Nabil mengingatkan persaingan antardaerah semakin ketat. “Daerah lain tentu ingin mengambil alih posisi juara umum. Karena itu pembinaan harus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dispora Jawa Timur, M Hadi Wawan, mengapresiasi tingginya antusiasme atlet usia dini dalam kejuaraan tersebut. “Tadi ada peserta usia tujuh tahun. Ini potensi luar biasa. Saat memasuki usia emas nanti, kita berharap mereka bisa menjadi atlet terbaik untuk Jawa Timur,” ujarnya.

Dalam Kejurprov kali ini, nomor yang dipertandingkan meliputi lead, speed world record, dan boulder. Untuk kelompok KU-9 hingga KU-15 hanya bertanding di nomor speed world record, sedangkan KU-17 hingga KU-19 mengikuti seluruh nomor pertandingan.

Ketua Harian FPTI Jawa Timur, Dhanu Iswara, mengatakan Kejurprov menjadi momentum penting menjaga tradisi lahirnya atlet-atlet panjat tebing berprestasi dari Jawa Timur.

“Melalui pembinaan usia dini dan frekuensi kompetisi yang terus ditingkatkan, Jawa Timur berharap mampu mempertahankan dominasi panjat tebing nasional di tengah persaingan yang semakin kompetitif,” ujarnya.




Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....