Pelaku UMKM Bagikan Strategi Bertahan di Bisnis Kuliner

  • 19 Sep 2026 14:21 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pelaku usaha kuliner, Atika Musyafa, membagikan pengalamannya dalam membangun dan mempertahankan usaha di tengah perubahan tren pasar. Hal tersebut disampaikan Atika dalam Dialog UMKM yang berlangsung pada Sabtu, 19 September 2026.

Atika menuturkan, dirinya mulai menekuni dunia makanan dan minuman atau Food and Beverage (F&B) sejak 2018. Sebelum mengembangkan usaha bakso dengan konsep prasmanan, ia sempat menjalankan sejumlah usaha kuliner lain, salah satunya seblak, yang mampu bertahan hingga sekitar delapan tahun.

Menurut Atika, perubahan selera konsumen, khususnya generasi muda, turut memengaruhi arah pengembangan usahanya. “Karena seiring berjalannya waktu, selera generasi muda bergeser dari jajanan seperti seblak ke arah kafe,” ujar Atika. Kondisi tersebut mendorongnya mencari peluang usaha kuliner yang dapat diterima berbagai kalangan dan memiliki keberlanjutan.

Ia kemudian memilih bakso sebagai produk utama karena termasuk makanan yang sudah akrab dengan keseharian masyarakat. Konsep tersebut dipadukan dengan sistem prasmanan dan dikembangkan menjadi usaha yang mulai beroperasi pada Mei 2026. Menurut Atika, konsep tersebut menjadi upaya untuk menghadirkan makanan yang sudah dikenal masyarakat dengan pola penyajian yang berbeda.

Atika menjelaskan, salah satu tantangan utama dalam menjalankan usaha bakso adalah menjaga konsistensi rasa dan tekstur. “Yang paling sulit itu menjaga konsistensi rasa dan tekstur bakso, karena dari pengolahan daging, pemilihan bahan, sampai penggunaan es batu saat proses penggilingan itu sangat berpengaruh,” katanya.

Usaha tersebut memiliki outlet utama di kawasan Food Boulevard Royal Plaza Surabaya dan membuka lokasi kedua di BG Junction pada Agustus 2026. Selain penjualan di lokasi, usaha tersebut juga melayani kebutuhan kegiatan seperti katering maupun booth mini sebagai bagian dari pengembangan layanan usaha.

Dalam pengembangan produknya, Atika menyebut tersedia berbagai jenis bakso dan gorengan dengan kuah yang memiliki karakter gurih dan kental. Sistem prasmanan memungkinkan konsumen memilih jenis makanan sesuai kebutuhan, dengan harga setiap item disesuaikan berdasarkan jenis makanan yang dipilih.

Menghadapi kondisi biaya bahan baku yang meningkat sementara kenaikan harga jual perlu dipertimbangkan secara hati-hati, Atika mengingatkan pelaku UMKM agar memiliki perencanaan usaha yang jelas. “Intinya, bahan baku naik tapi harga jual kita nggak bisa naik” ujarnya.

Atika menambahkan, perencanaan tersebut penting agar usaha tidak hanya berorientasi untuk bertahan dalam jangka pendek. “Sekecil apapun tetap harus ada konsepnya dan dihitung, benar-benar dihitung. Jangan sampai hanya untuk bertahan hidup aja, tapi untuk membuat bisnis,” katanya. Menurutnya, usaha yang dikelola secara berkelanjutan juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan mempertahankan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....