Pelaku UMKM Lumpia Surabaya Harapkan Kemudahan Akses Modal Usaha
- 27 Jul 2026 14:15 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Selain Semarang, Kota Surabaya juga memiliki sentra produksi kue Lumpia. Terletak di kawasan Ngaglik gang kuburan Surabaya, terdapat sekitar 10 sentra pembuat Lumpia, dengan produksi 4 ribu per hari.
Salah satu pembuat Lumpia khas Surabaya, Kasmono, yang memiliki 20 pegawai, yang tidak hanya membuat, tapi juga menjual secara langsung. Omset per hari mencapai 4 ribu pcs per hari, dan melonjak dua kali lipat saat hari Minggu.
"Kalau hari Minggu, terus kalau ada pertandingan sepak bola, produksi bisa mencapai 8 ribu. Ramai juga untuk car free day," ujarnya kepada RRI Surabaya, Senin 27 Juli 2026.
Setiap pcs dari sentra produkai, dijual seharga Rp2ribu, kemudian oleh pedagang asongan kepada konsumen, seharga Rp 3ribu. Lumpia khas Surabaya ini, tidak hanya diminati warga lokal, namun juga sampai Solo hingga Yogjakarta.
"Ini yang beda, dari saos sama bumbunya. Kami sasonya itu tauco ditambah rempah rempah, sehingga lebih enak katanya," tutur Kasmono.
Selain Kasmono, para pembuat Lumpia khas Surabaya ini berharap, ada kemudahan dalam mendapat modal. Hal itu langsung didengarkan Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, yang juga membidangi UMKM.
"Ini aset Surabaya. Tapi perlu dibina, jangan diberikan beban pajak dulu, mereka kita dorong untuk mengembangkan usahanya," katanya.
Melalui program Pemerintah yang pro UMKM, mereka bisa memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan pinjaman hingga Rp100 juta. Selain tanpa agunan, bunga yang diterapkan juga turun menjadi 6 persen.
"Mekar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, red) juga begitu, yang dulunya 26 persen, sekarang diturunkan menjadi 8 persen," ungkapnya.
Bambang Haryo mendorong pelaku UMKM untuk memanfaatkan program Presiden tersebut, untuk menunjang perkembangan produksinya. Dengan harapan, akan semakin mendongkrak perekonomian daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....