Mengenal Stik Sukun, Camilan Tradisional Gurih yang Tetap Eksis

  • 19 Agt 2026 06:18 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya — Di tengah gempuran aneka jajanan modern dan makanan kekinian, keberadaan olahan camilan tradisional ternyata masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Salah satu kudapan khas Nusantara yang tak pernah kehilangan pesonanya adalah stik sukun goreng.

Dengan bentuk potongan memanjang menyerupai french fries, olahan sukun ini menyajikan cita rasa gurih nan gurih renyah yang bikin siapa saja sulit untuk berhenti mengunyah. Dilansir dari jurnal Agrosilvopasture, Sukun (Artocarpus altilis) sendiri merupakan tanaman buah tropis yang diyakini berasal dari kawasan Pasifik Selatan sebelum akhirnya menyebar luas ke seluruh kepulauan Nusantara.

Di Indonesia, buah sukun telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat lokal sebagai bahan pangan alternatif pendamping beras karena kandungan karbohidratnya yang cukup tinggi, kenyang bertahan lama, dan kaya akan serat serta vitamin. Keunikan buah sukun terletak pada tekstur daging buahnya yang padat namun lembut seperti roti ketika dimasak, sehingga tak heran jika orang Barat menyebutnya sebagai breadfruit.

Ketika diolah menjadi stik goreng, bagian luar sukun akan menghasilkan tekstur renyah garing, sementara bagian dalamnya tetap mempertahankan kelembutan yang empuk dan rasa gurih alami yang sangat khas. Proses pembuatan stik sukun ini terbilang cukup sederhana namun membutuhkan kejelian. Buah sukun yang telah matang sempurna dikupas kulitnya, dibersihkan dari getah, lalu dipotong-potong memanjang berukuran sedang. Setelah direndam dengan bumbu rempah sederhana seperti bawang putih dan garam, potongan sukun tersebut digoreng hingga berwarna kuning keemasan yang menggugah selera.

Kepopuleran stik sukun goreng ini juga terlihat dari antusiasme pembeli yang rajin berburu jajanan tradisional ini di pasar-pasar lokal maupun kedai oleh-oleh. Banyak masyarakat yang menjadikannya sebagai teman setia untuk menemani waktu santai di sore hari bersama secangkir kopi atau teh hangat.

Salah seorang pembeli, Ayuartha, mengaku selalu menyempatkan diri membeli stik melalui online. "Rasa gurihnya itu beda dari kentang goreng biasa. Sukun punya tekstur yang renyah di luar tapi terasa 'manis-gurih' lembut di dalam. Ini jajanan nostalgia saya sejak kecil yang rasanya tidak pernah berubah," tutur Ayu saat ditemui sedang menikmati stik sukun.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Dengan makin tingginya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengonsumsi bahan pangan lokal yang alami dan bebas pengawet, olahan sukun diprediksi akan terus bertahan dan berpotensi naik kelas. Lebih dari sekadar camilan ringan, stik sukun adalah bukti nyata bagaimana kekayaan kuliner tradisional Nusantara mampu bersaing dan tetap dicintai lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....