Dari Nasi Sisa Menjadi Nasi Goreng Ikonik Nusantara

  • 19 Agt 2026 07:23 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Nasi goreng menjadi salah satu hidangan yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia. Mudah ditemukan di warung kaki lima, restoran, hingga meja makan keluarga, makanan ini dikenal karena rasanya yang gurih, aromanya khas, dan cara pengolahannya yang sederhana. Namun, di balik sepiring nasi goreng, terdapat perjalanan sejarah yang panjang.

Menurut Kenny Ng dalam artikel Fried Rice and Long Life yang diterbitkan Whetstone Magazine, nasi goreng diyakini berasal dari Yangzhou, sebuah kota di Provinsi Jiangsu, Tiongkok. Wilayah ini berkembang sebagai pusat perdagangan dan transportasi air, sehingga berbagai teknik dan budaya kuliner turut berkembang di sana.

Artikel tersebut menyebutkan bahwa nasi goreng dikaitkan dengan masa Dinasti Sui. Hidangan ini kemudian berkembang di kalangan masyarakat pada abad keenam sebagai solusi praktis untuk memanfaatkan nasi yang tersisa dan menghindari pemborosan makanan. Nasi yang telah dimasak sebelumnya dapat ditumis kembali bersama telur, daun bawang, sayuran, serta bahan lain yang tersedia.

Seiring perjalanan masyarakat dan perpindahan budaya, berbagai versi nasi goreng kemudian berkembang di luar Tiongkok. Di Indonesia, nasi goreng mendapatkan karakter tersendiri melalui penggunaan bahan dan bumbu lokal. Kecap manis, cabai, bawang, terasi, telur, ayam, seafood, hingga berbagai pelengkap menjadikan nasi goreng Indonesia memiliki cita rasa yang berbeda.

Keunikan tersebut membuat nasi goreng di Indonesia tidak memiliki satu bentuk tunggal. Setiap daerah dan keluarga dapat mempunyai racikan masing-masing. Ada nasi goreng Jawa yang cenderung manis dan gurih, nasi goreng kampung dengan bumbu sederhana, nasi goreng terasi yang aromanya kuat, hingga nasi goreng dengan berbagai pilihan lauk.

Bagi Kenny Ng, sejarah nasi goreng juga tidak hanya berbicara tentang makanan. Hidangan ini berkaitan dengan keluarga, migrasi, kehidupan masyarakat, serta bagaimana sebuah makanan dapat membawa kenangan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Dalam tradisi jamuan keluarga Tionghoa, nasi goreng bahkan dapat hadir sebagai salah satu hidangan penutup rangkaian makanan, bersama mi yang melambangkan umur panjang dan keberlangsungan hidup.

Kini, nasi goreng telah melampaui fungsi awalnya sebagai cara memanfaatkan nasi sisa. Di Indonesia, makanan tersebut telah bertransformasi menjadi bagian dari identitas kuliner yang sangat populer. Kesederhanaan bahan justru memberikan ruang bagi kreativitas untuk menciptakan beragam cita rasa.

Dari nasi yang tersisa di dapur hingga menjadi hidangan yang dikenal luas, perjalanan nasi goreng menunjukkan bahwa sebuah makanan sederhana dapat menyimpan cerita tentang sejarah, perpindahan budaya, kreativitas, dan hubungan manusia dengan keluarga serta tradisinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....