Nostalgia Manis di Sudut Kota: Harum Manis, Jajanan Jadul yang Selalu Dirindukan
- 16 Agt 2026 16:08 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah gempuran aneka jajanan modern dan kekinian, eksistensi jajanan tradisional seringkali terpinggirkan. Namun, tidak demikian dengan harum manis.
Gula kapas berwarna-warni ini seolah memiliki daya tarik magis yang tak pernah lekang oleh waktu, mampu membawa siapa saja kembali ke masa kecil yang penuh keceriaan.
Di Taman Bungkul yang ramai di Sabtu malam hari, 15 Agustus 2026, terekam sebuah momen hangat dari seorang pedagang harum manis yang menggelar lapak. Pada gambar memperlihatkan sebuah gerobak sederhana yang produknyaditata sedemikian rupa untuk menarik perhatian.
Lampu neon yang terang menerangi aneka harum manis yang dikemas dalam plastik bening, digantung rapi di bagian atas gerobak. Beragam warna cerah mendominasi pemandangan, mulai dari merah muda cerah, biru langit yang menenangkan, hingga kuning keemasan yang ceria.
Beberapa bungkus juga menampilkan cetakan karakter kartun populer, menambah daya tarik, terutama bagi anak-anak. Gerobak itu sendiri terlihat seperti hasil modifikasi dari sebuah sepeda, memberikan kesan otentik dan penuh perjuangan.
Meski terlihat sederhana, gerobak harum manis ini tak pernah sepi pembeli. Mulai dari anak-anak yang matanya berbinar melihat tumpukan gula kapas, hingga orang dewasa yang ingin bernostalgia. Harum manis seolah menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini.
Seorang pembeli, Ibu Sari (35 tahun), yang terlihat sedang mengantri bersama anaknya, menuturkan perasaannya. "Setiap kali melihat harum manis, saya langsung teringat masa kecil. Dulu, rasanya belum lengkap kalau belum beli harum manis saat diajak orang tua pergi ke pasar malam. Makan harum manis itu bukan cuma soal rasa, tapi juga soal kenangan," ujarnya dengan senyum tipis.
Penuturan senada juga disampaikan oleh Pak Budi (42 tahun), yang sengaja mampir untuk membeli harum manis untuk cucunya. "Ini jajanan legendaris. Dari zaman saya masih kecil sampai sekarang punya cucu, harum manis masih tetap ada dan disukai. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut selalu bikin rindu," tuturnya.
Pedagang harum manis, Pak Amir, mengaku sudah berjualan selama puluhan tahun. "Alhamdulillah, peminat harum manis masih banyak. Kebanyakan pembeli memang anak-anak, tapi tidak sedikit juga orang dewasa yang beli untuk mengenang masa lalu atau untuk diberikan kepada anak-anak mereka. Saya senang bisa menjadi bagian dari kebahagiaan mereka," ungkapnya sembari terus memutar mesin pembuat harum manis.
Keberadaan harum manis di tengah modernisasi ini membuktikan bahwa jajanan tradisional masih memiliki tempat di hati masyarakat. Lebih dari sekadar makanan, harum manis adalah sebuah simbol kesederhanaan dan kebahagiaan yang mampu menghangatkan suasana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....