Kue Serabi, Cita Rasa Tradisional yang Tetap Bertahan hingga Kini

  • 28 Jul 2026 18:51 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Di tengah pesatnya perkembangan kuliner modern, kue Serabi tetap menjadi salah satu jajanan tradisional yang memiliki banyak penggemar. Kue berbentuk bulat dengan tekstur lembut ini masih mudah dijumpai di berbagai pasar tradisional hingga sentra kuliner.

Serabi merupakan salah satu warisan kuliner Nusantara yang telah dikenal sejak lama. Dibuat dari adonan tepung beras, santan, dan sedikit gula, serabi dimasak menggunakan cetakan hingga menghasilkan bagian bawah yang berwarna kecokelatan, sementara bagian atasnya tetap lembut. Kini, Serabi hadir dalam berbagai varian, seperti original dan pandan, tanpa menghilangkan cita rasa autentiknya.

Keunikan kue Serabi tidak hanya terletak pada teksturnya yang empuk, tetapi juga pada cara penyajiannya. Berbeda dengan kue tradisional lainnya, Serabi dinikmati dengan kuah santan yang dimasak bersama gula merah sehingga menghasilkan rasa gurih, manis, dan aroma harum yang menyatu.

Penyajian menggunakan daun pisang juga memberikan sentuhan tradisional sekaligus menambah aroma khas yang membuat pengalaman menyantap Serabi semakin nikmat.

Salah seorang pecinta kuliner, Rizky, mengatakan bahwa Serabi kuah santan memiliki keistimewaan yang sulit ditemukan pada makanan modern.

“Menurut saya, Serabi punya rasa yang sangat khas. Kuenya lembut dengan aroma pandan dan santan yang harum, kemudian dipadukan dengan kuah santan gula merah yang gurih sekaligus manis. Rasanya sederhana, tetapi justru membuat saya selalu ingin menikmatinya lagi. Setiap makan Serabi, saya seperti diingatkan pada jajanan tradisional yang dulu sering dijual di pasar atau kampung. Kuliner seperti ini harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman,” ujar Rizky, Selasa, 28 Juli 2026.

Selain menjadi pilihan masyarakat lokal, serabi juga memiliki potensi sebagai daya tarik wisata kuliner. Banyak wisatawan yang sengaja mencari makanan tradisional untuk mengenal lebih dekat kekayaan kuliner Indonesia. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha kuliner untuk terus melestarikan sekaligus mengembangkan penyajian serabi tanpa menghilangkan keaslian rasanya.

Di tengah menjamurnya makanan cepat saji dan jajanan kekinian, Serabi tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Selain karena cita rasanya yang khas, harga yang relatif terjangkau membuat jajanan ini masih menjadi pilihan untuk camilan maupun hidangan saat berkumpul bersama keluarga, karena bisa dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Tidak sedikit penjual yang tetap mempertahankan resep turun-temurun agar cita rasa asli Serabi tetap terjaga.

Pelestarian kuliner tradisional tidak hanya bergantung pada para penjual, tetapi juga dukungan masyarakat untuk tetap memilih dan mengenalkan jajanan khas Nusantara kepada generasi muda. Dengan mempertahankan kualitas bahan baku, cita rasa autentik, dan cara penyajian yang khas, Serabi kuah santan diharapkan tetap menjadi bagian dari identitas kuliner Indonesia yang mampu bertahan di tengah perubahan tren makanan.

Keberadaan Serabi menjadi bukti bahwa kuliner tradisional masih memiliki daya saing di era modern. Kesederhanaan bahan, kelezatan rasa, serta nilai budaya yang melekat menjadikan serabi bukan sekadar makanan, melainkan warisan kuliner Nusantara yang layak dilestarikan dan terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Dengan harga yang cukup terjangkau, yakni berkisar antara 5 ribu rupiah per biji hingga 15 ribu rupiah, menjadikan kue Serabi hingga kini masih diminati.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....