Rujak Soto Banyuwangi, Kuliner Unik yang Kaya Cita Rasa

  • 22 Mei 2026 13:53 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Rujak Soto merupakan salah satu kuliner tradisional khas Banyuwangi yang terkenal karena keunikannya. Sesuai dengan namanya, hidangan Rujak Soto khas Banyuwangi ini merupakan perpaduan rujak dengan soto.

Hidangan ini memadukan dua jenis makanan berbeda, yaitu rujak sayur berbumbu petis dan kuah soto gurih yang disiram menjadi satu sajian. Perpaduan rasa gurih, pedas, manis, dan segar membuat rujak soto memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan pada makanan lain di Indonesia.

Kuliner ini berasal dari budaya masyarakat Osing di Banyuwangi, Jawa Timur. Dalam satu porsi rujak soto biasanya terdapat lontong, kangkung, tauge, kacang panjang, mentimun, tahu, dan tempe goreng yang disiram bumbu rujak berbahan kacang tanah, petis, cabai, gula merah, serta pisang batu muda atau klutuk.

Setelah itu, sajian tersebut disiram kuah soto berbumbu rempah yang hangat dan gurih. Keunikan rujak soto terletak pada kombinasi rasa yang tidak biasa. penggunaan petis dan pisang klutuk atau pisang batu pada bumbu rujaknya menciptakan citarasa yang khas.

Bumbu rujak yang cenderung manis dan pedas berpadu dengan kuah soto yang gurih menghasilkan sensasi rasa yang kaya. Meski terdengar aneh bagi sebagian orang, perpaduan ini justru menjadi daya tarik utama kuliner khas Banyuwangi tersebut.

Dilansir dari laman Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum & HAM RI, kikomunal-indonesia.dgip.go.id, Sejarah tentang penemu dan pengracik awal rujak soto masih simpang siur, Namun awal kemunculan kuliner khas ini sekitar tahun 1900-an dan mulai populer pada tahun 1970-an.

Rujak soto ini diciptakan oleh seorang warga Banyuwangi bernama Usni Solihin. Selain itu, terdapat pula cerita masyarakat yang menyebut bahwa kuliner ini terinspirasi dari lagu daerah Osing berjudul “Rujak Singgul”.

Saat ini, rujak soto tidak hanya dikenal sebagai makanan tradisional, tetapi juga menjadi identitas budaya kuliner Banyuwangi. Bahkan pada tahun 2025, rujak soto resmi tercatat sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi, mencicipi rujak soto menjadi pengalaman kuliner yang wajib dicoba. Hidangan ini biasanya disajikan bersama kerupuk dan minuman tradisional seperti es temulawak agar rasa segarnya semakin lengkap.

Bagi kamu yang sedang bereksplorasi dengan masakan tradisional, yuk coba membuatnya. Berikut resepnya (dikutip dari laman masakapahariini.com)!

Rujak Soto Banyuwangi

Isi rujak :

150g kangkung, siangi, rebus

50g kacang panjang, potong 5 cm, rebus

100g taoge, rebus

2 bh tahu putih, potong kotak, goreng hingga berkulit

1 papan tempe, potong korek api, goreng

1 bh mentimun, kupas, potong dadu

2 bh lontong, potong-potong

Bumbu rujak :

100g kacang tanah, goreng dengan kulit

2buah pisang batu

1sdt gula merah

50g petis

1sdt garam

1air asam jawa

50 ml air

Soto :

200g daging sapi has dalam

1.5 L air, untuk merebus

2 batang seledri

2 batang daun bawang, iris tipis

2 sdm minyak

2 cm lengkuas

2 batang serai

5 lembar daun jeruk

2 sdt Royco Kaldu Sapi

2 sdt Bango Kecap Manis

Bumbu soto, haluskan :

7 butir bawang merah

5 siung bawang putih

2 cm kunyit

2 cm jahe

2 sdt merica putih bubuk

4 butir kemiri, sangrai

Pelengkap :

seledri, iris tipis

daun bawang, iris tipis

bawang goreng

Cara membuat :

1.Soto: Rebus daging hingga empuk, angkat. Ambil kaldunya lalu potong-potong daging. Sisihkan.

2.Panaskan minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan daun jeruk, lengkuas, serai, dan daun bawang. Masak hingga harum. Masukkan air kaldu, Royco Kaldu Sapi, dan Bango Kecap Manis. Aduk rata. Angkat dan sisihkan.

3.Tata semua bahan isi rujak dalam mangkuk saji. Sendokkan bumbu rujak ke atasnya. Kemudian siram dengan kuah soto. Sajikan bersama pelengkap.

Selamat mencoba

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....