Mulai Langka, Martabak Telur Minyak Samin

  • 13 Apr 2026 14:36 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Di balik gemerlap kuliner kekinian yang membanjiri Kota Surabaya, ada satu aroma gurih yang mulai sulit ditemukan di jalanan, aroma Martabak Minyak Samin. Kuliner legendaris yang dahulu menjadi camilan malam warga Kota Pahlawan ini, kini keberadaannya kian terhimpit dan mulai langka.

Martabak minyak samin bukanlah martabak telur biasa. Perbedaannya terletak pada penggunaan minyak samin (ghee) dalam proses penggorengan dan campuran adonannya. Penggunaan minyak ini memberikan aroma yang tajam, sangat gurih, dan tekstur yang lebih crunchy di luar namun tetap lembut di dalam.

Kelangkaan martabak minyak samin di Surabaya ditengarai oleh beberapa faktor utama. Salah satunya adalah harga minyak samin yang jauh lebih mahal dibandingkan minyak goreng biasa atau margarin. Salah satu yang masih bertahan dan konsisten menggunakan minyak samin di kawasan Ampel adalah Martabak & Terang Bulan Kapasari H.M. Abdullah.

"Harganya memang tergolong cukup tinggi, untuk martabak biasa kami jual Rp 45.000,- tapi dijamin rasanya pasti berbeda, disamping karena kami menggunakan minyak samin kami juga menggunakan telur bebek," ujar salah satu pegawai Martabak & Terang Bulan Kapasari H.M. Abdullah.

Untuk rasanya sudah tidak perlu diragukan lagi, kulit martabak yang kering dengan aroma khas dan isian yang lembut, gurih serta kaya rempah menjadi paduan yang ciamik. Tidak heran jika harga yang ditawarkan pun tidak murah. Karena rasa yang ditawarkan pun memang berbeda dari martabak telur pada umumnya.

Selain masalah biaya, proses pembuatan martabak ini memerlukan keahlian khusus dalam mengatur suhu api agar minyak samin meresap sempurna tanpa membuat kulit martabak menjadi terlalu berminyak atau gosong.Jika Anda masih ingin bernostalgia dengan cita rasa autentik ini, kawasan Wisata Religi Ampel menjadi benteng terakhir bagi keberadaan kuliner ini.

Di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, masih terdapat beberapa gerobak martabak yang setia mempertahankan resep warisan leluhur tersebut. Semalam di Surabaya belum lengkap rasanya tanpa mencicipi sisa-sisa kejayaan martabak minyak samin.

Bagi Anda yang beruntung menemukannya di pinggir jalan, jangan ragu untuk berhenti, sebab mungkin itu adalah salah satu dari sedikit kesempatan yang tersisa untuk mencicipi mahakarya kuliner yang kian langka ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....