Tak Banyak Tahu, Leker Berasal dari Belanda
- 10 Apr 2026 16:07 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Leker menjadi salah satu jajanan kaki lima yang mudah ditemui di berbagai kota di Indonesia, terutama di sekitar sekolah dan pusat keramaian. Kudapan tipis dan renyah dengan isian cokelat, keju, hingga pisang ini telah lama dikenal dan digemari berbagai kalangan.
Namun, di balik popularitasnya, tidak banyak yang mengetahui bahwa leker memiliki jejak sejarah yang berkaitan dengan pengaruh kuliner Eropa. Leker diyakini merupakan adaptasi dari makanan Belanda bernama pannenkoek, yaitu panekuk tipis yang dibuat dari campuran tepung, telur, susu, dan mentega.
Sejumlah literatur kuliner mencatat bahwa banyak makanan di Indonesia merupakan hasil pertemuan budaya pada masa kolonial. Dalam buku The Indonesian Kitchen disebutkan bahwa berbagai hidangan Eropa yang masuk ke Nusantara mengalami penyesuaian bahan dan teknik memasak sesuai kondisi lokal.
Selain itu, dalam Food Culture in Southeast Asia dijelaskan bahwa proses adaptasi tersebut melahirkan beragam bentuk kuliner baru di kawasan Asia Tenggara, termasuk makanan berbasis tepung seperti panekuk yang kemudian berkembang mengikuti selera masyarakat setempat.
Dalam konteks tersebut, pannenkoek mengalami perubahan bentuk dan cita rasa ketika berkembang di Indonesia. Jika di negara asalnya panekuk ini memiliki tekstur tebal dan lembut, versi lokal justru dibuat sangat tipis hingga renyah. Hal ini dipengaruhi teknik memasak pedagang kaki lima yang menggunakan wajan datar sederhana dengan api panas.
Selain tekstur, perubahan juga terlihat pada pilihan isian. Di Belanda, pannenkoek biasanya disajikan dengan gula bubuk, sirup, atau buah. Sementara di Indonesia, leker diisi dengan bahan yang lebih mudah dijumpai seperti meses, susu kental manis, pisang, dan keju parut.
Leker mulai dikenal luas sejak pertengahan abad ke-20, seiring berkembangnya pedagang kaki lima di kota-kota besar. Harganya yang terjangkau serta proses pembuatannya yang cepat menjadikan leker sebagai salah satu jajanan favorit masyarakat.
Seiring waktu, variasi leker pun terus berkembang. Tidak hanya rasa manis, kini muncul varian gurih dengan tambahan telur dan sosis, hingga inovasi rasa modern seperti green tea. Meski demikian, ciri khas leker tetap dipertahankan, yaitu tipis, renyah, dan dilipat setengah lingkaran.
Fenomena leker menunjukkan bagaimana akulturasi budaya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kuliner. Dari resep sederhana yang dibawa bangsa Eropa, leker bertransformasi menjadi jajanan khas Indonesia yang merakyat dan bertahan hingga kini.
Di tengah maraknya makanan modern, leker tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Aroma adonan yang dipanggang serta teksturnya yang renyah menjadi pengingat bahwa di balik jajanan sederhana, tersimpan sejarah panjang tentang pertemuan budaya dan kreativitas masyarakat dalam mengolah makanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....