Jejak Sejarah Rawon Surabaya, Dari Dapur Tradisional ke Kuliner Legendaris

  • 10 Mar 2026 09:33 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Jawa Timur Rawon dikenal sebagai salah satu kuliner khas Jawa Timur yang memiliki cita rasa kuat dan warna kuah hitam pekat yang khas. Hidangan berkuah ini sangat identik dengan Kota Surabaya dan telah menjadi bagian dari kekayaan kuliner tradisional yang digemari banyak orang hingga saat ini.

Berdasarkan catatan dalam buku Fadly Rahman kuliner Nusantara berjudul Jejak Rasa Nusantara, rawon dipercaya telah ada sejak masa kerajaan di wilayah Jawa Timur. Hidangan ini awalnya berkembang dari tradisi memasak daging dengan berbagai rempah-rempah yang banyak digunakan oleh masyarakat Jawa pada masa lampau. Ciri khas utama rawon terletak pada penggunaan kluwek, yaitu biji tanaman yang memberikan warna hitam alami sekaligus rasa gurih yang unik pada kuahnya.

Dalam perkembangan sejarahnya, rawon semakin populer di wilayah Jawa Timur, terutama di Surabaya. Kota pelabuhan yang sejak dahulu menjadi pusat perdagangan ini mempertemukan berbagai budaya dan tradisi kuliner. Kondisi tersebut membuat banyak hidangan tradisional berkembang dan dikenal luas, termasuk rawon yang kemudian menjadi salah satu makanan ikonik kota tersebut.

Seiring waktu, rawon berkembang dan menjadi salah satu makanan yang populer di berbagai daerah, terutama di Surabaya. Kuah rawon biasanya dimasak dengan campuran bumbu seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan serai yang kemudian dipadukan dengan potongan daging sapi. Hidangan ini umumnya disajikan bersama nasi hangat, tauge pendek, sambal, telur asin, serta kerupuk udang yang menambah kenikmatan rasanya.

Perjalanan panjang rawon dari hidangan tradisional hingga menjadi kuliner khas daerah menunjukkan bagaimana makanan sederhana dapat bertahan dan terus dicintai oleh masyarakat. Hingga kini, rawon Surabaya tetap menjadi salah satu sajian legendaris yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menyimpan cerita panjang tentang warisan kuliner Jawa Timur.

Keberadaan rawon hingga saat ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional mampu bertahan melewati berbagai zaman. Dari catatan dalam naskah kuno hingga menjadi menu favorit masyarakat modern, rawon terus mempertahankan keaslian rasanya. Tak heran jika hidangan berkuah hitam ini tetap menjadi salah satu kebanggaan kuliner Surabaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....