Minum Air Es ketika Cuaca Terik Bisa Bikin Panas Dalam?

  • 06 Okt 2026 11:05 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Saat cuaca sedang terik-teriknya, segelas air es memang terasa begitu menyegarkan dan seolah langsung mengembalikan energi yang terkuras. Namun, banyak orang tua atau kerabat yang kemudian melarang dengan alasan air es bisa menyebabkan panas dalam. Benarkah anggapan tersebut, atau ini hanya mitos yang beredar turun-temurun?

Secara medis, istilah "panas dalam" sebenarnya bukanlah diagnosis penyakit yang spesifik. Keluhan yang sering disebut panas dalam umumnya merujuk pada gejala seperti tenggorokan kering dan nyeri, sariawan, bibir pecah-pecah, hingga sensasi tidak nyaman di saluran cerna. Keluhan-keluhan ini bisa muncul akibat berbagai faktor, mulai dari dehidrasi, kekurangan vitamin, hingga infeksi.

Lantas, bagaimana dengan air es? Mengonsumsi air dingin saat cuaca panas sebenarnya tidak secara langsung menyebabkan panas dalam. Menurut penjelasan dari laman klinikhoaks.jatimprov.go.id, anggapan bahwa minum air dingin di cuaca panas ekstrem dapat menyebabkan pembuluh darah pecah adalah hoaks. Dokter spesialis penyakit dalam bahkan menyebut bahwa air dingin justru digunakan sebagai cara cepat untuk menangani heat stroke, dan bukan sebagai pemicunya.

Meski demikian, air es tetap bisa menimbulkan ketidaknyamanan pada sebagian orang, terutama yang memiliki kondisi tertentu. Air dengan suhu sangat rendah dapat memicu kram atau kejang otot di saluran cerna, sehingga muncul rasa mulas atau tidak nyaman di perut. Pada orang dengan sensitivitas tenggorokan, air es juga dapat memicu batuk atau rasa gatal di kerongkongan.

Risiko lain yang lebih nyata dari air es bukanlah panas dalam, melainkan kualitas air dan es yang digunakan. Es batu yang dibuat dari air yang tidak steril atau dijajakan di tempat yang kurang higienis bisa mengandung bakteri dan virus penyebab penyakit. Mengonsumsi es yang terkontaminasi justru berisiko menimbulkan gangguan pencernaan seperti diare, yang gejalanya sering disalahartikan sebagai panas dalam.

Selain itu, kebiasaan minum air es dalam jumlah sangat banyak saat tubuh sedang kepanasan juga dapat memicu reaksi tubuh yang tidak nyaman. Suhu dingin yang ekstrem bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah secara refleks, yang pada orang dengan penyakit jantung tertentu dapat memicu keluhan seperti nyeri dada. Namun, efek ini tidak terjadi pada semua orang dan sangat bergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu.

Jadi, kesimpulannya, air es bukanlah penyebab langsung panas dalam. Keluhan yang dirasakan setelah minum air es lebih sering berkaitan dengan sensitivitas saluran cerna, kualitas es yang dikonsumsi, atau kondisi kesehatan tertentu. Jika Anda merasa nyaman dan tidak mengalami keluhan setelah minum air es saat cuaca terik, tidak ada alasan untuk menghindarinya. Namun, jika muncul rasa tidak nyaman di tenggorokan atau perut, cobalah beralih ke air dengan suhu yang lebih moderat untuk menjaga kenyamanan tubuh Anda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....