Benarkah Doyan Minum Air Es Bikin Perut Buncit?
- 05 Okt 2026 11:38 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Mitos seputar minum air es yang katanya bisa membuat perut buncit sudah lama beredar di tengah masyarakat. Banyak orang tua melarang anaknya minum air dingin dengan alasan perut akan membesar dan buncit. Namun, benarkah anggapan tersebut secara medis?
Air putih, baik dalam kondisi dingin, hangat, maupun suhu ruangan, sama-sama mengandung nol kalori. Kalori adalah satuan energi yang menentukan apakah seseorang mengalami penambahan berat badan atau tidak. Karena air tidak mengandung kalori, maka mengonsumsinya dalam jumlah berapa pun dan dalam suhu apa pun tidak akan menambah timbunan lemak di perut.
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam, menegaskan bahwa klaim minum air es setelah makan dapat membuat perut buncit adalah hoaks. Menurutnya, es batu tidak mengandung kalori sama sekali sehingga tidak akan menyebabkan kegemukan. Hal senada disampaikan Staf Pengajar Prodi Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada, Lily Arsanti Lestari, yang menyatakan tidak ada dampak tertentu yang disebabkan ketika minum air es setelah makan.
Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan perut buncit? Penyebab utamanya adalah makanan atau minuman yang memiliki kalori tinggi, seperti makanan cepat saji yang mengandung lemak trans dan minuman manis berkalori. Selain itu, kebiasaan mengonsumsi alkohol serta kurangnya aktivitas fisik atau olahraga juga menjadi pemicu utama penumpukan lemak di area perut.
| Baca juga: Susah BAB, ini Jurus Jitu Mengatasinya |
Sebuah studi ilmiah yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada tahun 2024 justru memberikan temuan menarik terkait suhu air. Penelitian terhadap 172 orang dewasa Korea ini menemukan bahwa partisipan yang secara preferensi memilih minum air dingin justru memiliki indeks massa tubuh dan lingkar perut yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang minum air suhu ruangan.
Namun, para peneliti menekankan bahwa studi tersebut bersifat cross-sectional sehingga tidak dapat membuktikan hubungan sebab-akibat. Efek air dingin dalam membakar kalori tambahan dinilai terlalu kecil untuk membuat perbedaan berat badan yang berarti, yaitu hanya sekitar 7 kalori per liter air. Temuan ini lebih mencerminkan bahwa orang yang sudah memiliki berat badan berlebih mungkin cenderung memilih minuman dingin, bukan karena air dinginnya yang menjadi penyebab kegemukan.
Masyarakat diimbau untuk tidak terjebak pada mitos air es penyebab perut buncit. Fokuslah pada pengaturan pola makan yang seimbang, mengurangi konsumsi gula dan lemak jenuh, serta meningkatkan aktivitas fisik secara rutin. Jika Anda tetap menyukai sensasi segar air dingin, tidak ada salahnya menikmatinya selama tidak berlebihan, karena yang menentukan kesehatan pencernaan dan berat badan bukanlah suhu air, melainkan apa yang Anda makan dan seberapa aktif Anda bergerak setiap hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....