Lagi Flu di tengah Cuaca Panas, Bolehkah Minum Es?

  • 04 Okt 2026 17:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Sedang flu saat cuaca panas dan ingin minum es? Minuman dingin tidak disebut sebagai penyebab influenza. Kementerian Kesehatan menjelaskan, influenza merupakan infeksi saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza. Karena itu, yang perlu menjadi perhatian ketika sedang flu bukan semata-mata suhu minuman, melainkan memastikan tubuh tetap mendapatkan cukup cairan selama masa pemulihan.

Kementerian Kesehatan dalam informasi terbaru mengenai influenza menyebut sebagian besar kasus dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu. Untuk kasus ringan, perawatan dapat dilakukan di rumah dengan beristirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.

“Untuk kasus ringan, lakukan perawatan di rumah dengan prinsip: istirahat yang cukup, banyak minum air putih, konsumsi makanan bergizi seimbang, serta pantau kondisi tubuh secara berkala,” demikian panduan Kementerian Kesehatan dalam FAQ Influenza yang diperbarui 2 Oktober 2026.

Dari penjelasan tersebut, tidak ada keterangan Kemenkes yang menyebut minuman dingin sebagai penyebab influenza. Dengan demikian, orang yang sedang flu tidak perlu menganggap minum es sebagai penyebab munculnya infeksi influenza. Namun, apabila minuman yang sangat dingin membuat tenggorokan terasa kurang nyaman, pilihan minuman dapat disesuaikan dengan kondisi tubuh.

Yang lebih penting, kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO juga menyebut penderita influenza dengan gejala ringan perlu beristirahat dan minum banyak cairan. Sebagian besar penderita flu dapat pulih sendiri dalam waktu sekitar satu minggu.

Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan juga menjelaskan bahwa tubuh dapat kehilangan lebih banyak cairan ketika sakit, terutama saat mengalami demam, pilek berat, atau berkeringat. Untuk mencegah dehidrasi, kebutuhan cairan perlu tetap diperhatikan selama masa pemulihan.

Namun, influenza tetap perlu diwaspadai, terutama pada kelompok yang berisiko mengalami komplikasi. Dokter Spesialis Paru RSPI Sulianti Saroso, dr. Pompini Agustina Sitompul, mengatakan sebagian besar influenza dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi kondisi tertentu dapat berkembang menjadi lebih berat.

“Penyakit ini sebenarnya gejalanya cukup bervariasi dan bisa sembuh sendiri. Penyakit ini baru menjadi berat pada kelompok-kelompok tertentu,” kata Pompini dalam konferensi pers Kementerian Kesehatan, 28 September 2026.

Pompini menjelaskan, pengobatan antivirus seperti Oseltamivir tidak diperuntukkan bagi semua penderita influenza. Obat tersebut digunakan terutama pada pasien dengan gejala berat atau kelompok rentan yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi.

Pertanyaan mengenai minuman dingin ini semakin relevan karena Kemenkes mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia pada akhir September 2026. Pada pekan ke-38, dari 265 spesimen yang diperiksa melalui surveilans sentinel, sebanyak 148 spesimen positif influenza atau memiliki positivity rate 56 persen.

Namun, Kemenkes menegaskan angka tersebut merupakan proporsi spesimen positif dari jumlah sampel yang diperiksa, bukan berarti 56 persen penduduk Indonesia terkena influenza. Peningkatan tersebut juga bukan lonjakan besar dan masih mengikuti pola musiman yang umum terjadi di Indonesia.

Kemenkes menyebut peningkatan aktivitas influenza dapat dipengaruhi pergantian musim, meningkatnya mobilitas dan pertemuan banyak orang, serta subtipe virus yang sedang dominan. Sebagai negara tropis, Indonesia memungkinkan influenza beredar sepanjang tahun dengan periode peningkatan tertentu.

Karena itu, ketika cuaca siang terasa terik dan seseorang sedang mengalami flu, perhatian utama tetap pada kondisi tubuh. Pastikan kebutuhan cairan tercukupi, cukup beristirahat, dan konsumsi makanan bergizi. Minuman dapat dipilih berdasarkan apa yang terasa nyaman, termasuk mempertimbangkan kondisi tenggorokan yang sedang sensitif.

Selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga perlu mencegah penularan influenza. Kemenkes menganjurkan mencuci tangan secara rutin, menerapkan etika batuk dan bersin, menggunakan masker ketika sakit atau berada di keramaian, serta mengurangi kontak dekat dengan orang lain selama mengalami gejala.

Masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya. Kemenkes mengingatkan agar penderita segera mencari pertolongan medis apabila mengalami demam tinggi yang tidak turun lebih dari tiga hari, sesak atau napas cepat, nyeri dada, sangat lemas, sulit minum atau tanda dehidrasi, hingga kondisi yang sempat membaik tetapi kembali memburuk.

Jadi, sedang flu di tengah cuaca panas bukan berarti minuman dingin otomatis harus dihindari. Sumber resmi Kemenkes tidak menyebut minuman dingin sebagai penyebab influenza. Yang justru ditekankan adalah istirahat cukup dan memenuhi kebutuhan cairan selama masa pemulihan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....