Dosen FKK ITS Ingatkan Masyarakat Waspadai Influenza A

  • 02 Okt 2026 21:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kasus influenza A dilaporkan semakin banyak ditemukan di tengah masyarakat Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Dosen Fakultas Kedokteran dan Kesehatan (FKK) ITS, dr Edwin Nugroho Njoto, mengingatkan masyarakat mewaspadai gejala influenza.

Ia juga meminta masyarakat menghindari penggunaan antibiotik secara sembarangan untuk mengatasi penyakit akibat virus tersebut. Edwin yang berpraktik di Eagles Head Medical Centre dan RS Bhayangkara Surabaya mengaku menemukan peningkatan kasus influenza.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami karakteristik influenza agar tidak keliru dalam mengonsumsi obat selama mengalami gejala. Dokter penyakit dalam tersebut menjelaskan, influenza A disebabkan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia.

Virus influenza bukan jenis baru dan memiliki sifat mudah bermutasi serta menular. “Virus influenza ini memang dapat memicu wabah musiman dengan tingkat penularan yang luas,” katanya.

Menurut Edwin, kondisi cuaca juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi penyebaran virus. Penularan influenza A terutama terjadi melalui percikan air liur dari saluran pernapasan ketika seseorang batuk atau bersin.

Risiko penularan meningkat pada orang dengan daya tahan tubuh rendah atau mengalami kelelahan akibat aktivitas padat. Edwin menjelaskan, gejala influenza umumnya diawali gangguan saluran pernapasan dan dapat berkembang menjadi kondisi lebih berat.

Gejala tersebut meliputi pilek, batuk, demam, serta nyeri ketika menelan. “Yang perlu diwaspadai adalah ketika terjadi penurunan nafsu makan hingga sesak napas,” ujarnya.

Ia meminta kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil lebih memperhatikan gejala influenza. Pasien dengan penyakit tertentu, termasuk diabetes dan gagal ginjal, juga berisiko mengalami kondisi lebih berat.

Edwin menyoroti kesalahan masyarakat dalam menangani flu, salah satunya penggunaan antibiotik secara sembarangan. Ia menegaskan influenza disebabkan virus, sehingga antibiotik tidak digunakan untuk mengatasi penyebab utamanya.

Antibiotik dapat dipertimbangkan jika terdapat infeksi bakteri sekunder berdasarkan kondisi medis pasien. “Jangan baru flu sebentar sudah langsung diberi antibiotik karena penyebab influenza adalah virus, bukan bakteri,” ujarnya.

Untuk menjaga kondisi tubuh, masyarakat dianjurkan mencukupi waktu istirahat, tidur, asupan cairan, dan makanan bergizi. Masyarakat juga dianjurkan berolahraga serta rutin mencuci tangan setelah beraktivitas di luar rumah atau sebelum makan.

Edwin meminta masyarakat yang mengalami demam dan batuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Etika batuk dan bersin juga perlu diterapkan dengan menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau siku bagian dalam.

Sebagai pencegahan tambahan, masyarakat disarankan mempertimbangkan vaksinasi influenza secara rutin setiap tahun. Langkah tersebut dapat menjadi bagian perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok yang berisiko mengalami komplikasi influenza.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....