Mengenal HPV, Virus yang Bisa Menyebabkan Kanker

  • 01 Okt 2026 11:27 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Human Papillomavirus atau HPV merupakan salah satu virus yang paling umum menular secara seksual di dunia, namun seringkali luput dari perhatian karena jarang menimbulkan gejala yang terlihat. Virus ini dapat menginfeksi siapa saja, baik perempuan maupun laki-laki, dan pada sebagian kasus dapat bertahan lama di dalam tubuh. Kondisi inilah yang menjadikan HPV sebagai ancaman kesehatan yang wajib diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat.

HPV bukanlah virus tunggal, melainkan kelompok yang terdiri dari lebih dari 100 jenis dengan karakteristik yang berbeda-beda. Sebagian jenis HPV hanya menyebabkan kutil pada kulit atau kutil kelamin yang tergolong risiko rendah. Namun, ada juga jenis HPV berisiko tinggi yang dapat memicu perubahan sel abnormal dan berujung pada kanker jika tidak terdeteksi sejak dini.

Virus ini menyebar melalui kontak kulit ke kulit, terutama melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Seseorang yang terinfeksi HPV seringkali tidak menyadarinya karena infeksi ini jarang menimbulkan gejala yang khas. Akibatnya, penularan dapat terjadi tanpa disadari kepada pasangan seksual.

Melansir ayosehat.kemkes.go.id, HPV tidak hanya menyebabkan kanker serviks pada perempuan, tetapi juga kanker pada area kulit, kelamin, bahkan tenggorokan. Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa perlindungan terhadap HPV penting bagi perempuan dan laki-laki. Data menunjukkan bahwa HPV tipe 16 dan 18 bertanggung jawab atas sekitar 70 persen kasus kanker serviks.

Meskipun sebagian besar infeksi HPV dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu satu hingga dua tahun, infeksi yang menetap berpotensi besar menimbulkan komplikasi serius. Jenis HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring pada tenggorokan. Proses perkembangan kanker ini biasanya memakan waktu bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun, sehingga sering tidak disadari hingga stadium lanjut.

Pencegahan menjadi kunci utama dalam melawan ancaman HPV. Langkah paling efektif adalah melalui imunisasi HPV yang terbukti aman dan mampu memberikan perlindungan hampir 100 persen terhadap tipe virus berisiko tinggi jika diberikan sejak dini. Kementerian Kesehatan RI merekomendasikan pemberian imunisasi HPV pada anak kelas 5 SD/MI atau usia 11 tahun, dengan cakupan yang juga menyasar anak laki-laki pada tahap berikutnya.

Selain vaksinasi, masyarakat juga dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri, terutama pada area intim. Penggunaan kondom saat berhubungan seksual dapat mengurangi risiko penularan, meskipun tidak sepenuhnya efektif karena HPV dapat menginfeksi kulit yang tidak terlindungi. Pemeriksaan rutin seperti Pap smear atau tes HPV DNA tetap diperlukan untuk deteksi dini perubahan sel abnormal, terutama bagi perempuan yang sudah aktif secara seksual.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....