Kapan Gigi Susu Copot? Kenali Tanda Bahayanya!

  • 01 Okt 2026 00:18 WIB
  •  Surabaya

RRI. CO. ID, Surabaya - Masa peralihan dari gigi susu ke gigi permanen merupakan salah satu milestone tumbuh kembang yang krusial bagi setiap anak. Proses alami ini menandakan bahwa struktur rahang dan fisik anak mulai berkembang untuk menampung gigi dewasa yang berukuran lebih besar. Kendati kerap disambut antusias oleh orang tua, pemahaman mengenai rentang waktu normal serta tanda bahaya (red flag) tetap menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan.

Pada umumnya, gigi susu anak pertama kali akan tanggal pada usia 6 hingga 7 tahun, meski rentang usia 5 hingga 8 tahun masih dikategorikan normal. Dilansir dari artikel id.theasianparent .com gigi yang biasanya copot paling awal adalah dua gigi seri depan bagian bawah, kemudian diikuti oleh dua gigi seri depan bagian atas. Proses lepasnya gigi susu ini dipicu oleh terdorongnya akar gigi dari bawah oleh benih gigi permanen yang siap tumbuh.

Setelah gigi seri depan tanggal, proses pergantian gigi akan berlanjut secara bertahap hingga anak berusia sekitar 12 atau 13 tahun. Pada rentang usia tersebut, seluruh 20 gigi susu anak idealnya sudah tanggal dan digantikan oleh gigi permanen, termasuk gigi taring dan gigi geraham. Konsistensi dalam menjaga kebersihan mulut selama periode transisi ini amat diperlukan guna mencegah terjadinya infeksi atau gusi bengkak.

Meskipun tanggalnya gigi susu merupakan hal alami, terdapat beberapa tanda bahaya yang patut diwaspadai oleh para orang tua. Salah satunya adalah jika gigi susu anak sudah copot sebelum mencapai usia 5 tahun, yang umumnya disebabkan oleh trauma benturan atau pembusukan (karies) parah. Kondisi gugur dini ini berisiko membuat gigi di sekitarnya bergeser dan menutup ruang bagi tumbuh kembang gigi permanen.

Tanda bahaya lainnya terjadi apabila anak belum mengalami pergantian gigi sama sekali hingga menginjak usia 7 atau 8 tahun, terutama jika gigi terlihat sangat rapat tanpa ada tanda-tanda goyang. Selain itu, hadirnya gigi permanen yang tumbuh menumpuk di belakang gigi susu yang belum tanggal atau sering disebut sebagai fenomena shark teeth juga memerlukan penanganan medis agar tidak mengganggu tata letak gigitan kelak.

Orang tua juga disarankan segera berkonsultasi ke dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak jika timbul rasa nyeri hebat, pendarahan tak kunjung berhenti, atau pembengkakan bernanah saat gigi hendak tanggal. Intervensi medis yang tepat sejak dini sangat efektif dalam meminimalkan risiko kecemasan anak serta mencegah potensi maloklusi atau susunan gigi yang tidak teratur di masa depan.

⁠⁠⁠⁠⁠⁠⁠Merawat kesehatan mulut sejak gigi susu tumbuh adalah investasi penting agar gigi dewasa anak dapat tumbuh rapi dan sehat. Oleh karena itu, jangan pernah meremehkan perawatan gigi anak sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....