Kuatkan Otot, Bukan Sekadar Tampil Bugar

  • 15 Sep 2026 20:45 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Latihan fisik sering dikaitkan dengan menjaga berat badan dan kebugaran. Namun, ada alasan lain yang membuat latihan penguatan otot layak diperhatikan. Sejumlah penelitian menunjukkan, aktivitas untuk menjaga kekuatan otot berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah.

Salah satu penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine menelusuri lebih dari 30 ribu orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Peneliti membandingkan mereka yang melakukan latihan penguatan otot sesuai rekomendasi dengan kelompok yang tidak melakukannya.

Hasilnya, peserta yang melakukan latihan penguatan otot sedikitnya dua kali seminggu memiliki kemungkinan meninggal karena berbagai penyebab yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan latihan tersebut. Setelah memperhitungkan sejumlah faktor kesehatan dan gaya hidup, perbedaannya mencapai 46 persen, demikian hasil penelitian yang tercatat di Perpustakaan Kedokteran Nasional Amerika Serikat.

“Latihan penguatan otot sesuai rekomendasi secara signifikan berkaitan dengan penurunan kematian secara keseluruhan,” demikian kesimpulan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Preventive Medicine dan tercatat di PubMed.

Temuan serupa terlihat dalam penelitian lain yang melibatkan ratusan ribu orang dewasa di Amerika Serikat. Penelitian tersebut menemukan, orang yang melakukan aktivitas penguatan otot sesuai rekomendasi memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab yang lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak memenuhi rekomendasi aktivitas fisik.

Menariknya, manfaat yang lebih besar terlihat pada mereka yang mengombinasikan latihan penguatan otot dengan aktivitas aerobik. Artinya, menjaga kesehatan bukan hanya soal berjalan, berlari, atau bersepeda, tetapi juga mempertahankan kekuatan otot.

Temuan tersebut diperkuat tinjauan sistematis dan analisis terhadap berbagai penelitian yang dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine. Hasilnya menunjukkan aktivitas penguatan otot berkaitan dengan risiko yang lebih rendah terhadap sejumlah penyakit tidak menular sekaligus kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sendiri merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas penguatan otot yang melibatkan kelompok otot utama setidaknya dua hari dalam sepekan. Aktivitas tersebut merupakan bagian dari anjuran aktivitas fisik bersama olahraga aerobik.

Latihan penguatan otot tidak selalu berarti harus mengangkat beban berat di pusat kebugaran. Latihan dengan beban tubuh maupun latihan menggunakan beban atau alat tertentu dapat menjadi bagian dari aktivitas penguatan otot, dengan jenis dan intensitas yang disesuaikan kemampuan masing-masing orang.

Yang perlu digarisbawahi, penelitian tersebut menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa latihan otot secara langsung membuat seseorang pasti hidup lebih lama. Namun, hasil berbagai penelitian memberi alasan kuat untuk tidak mengabaikan kekuatan otot ketika membicarakan kesehatan jangka panjang.

Sebab, semakin bertambah usia, menjaga tubuh tetap aktif bukan hanya tentang mampu bergerak. Mempertahankan kekuatan otot juga berarti menjaga kemampuan tubuh untuk tetap melakukan berbagai aktivitas sehari-hari secara mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....