Kenapa Kadar Kolesterol LDL Sangat Tinggi sementara HDL Rendah

  • 20 Agt 2026 09:17 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Pernahkah Anda mendengar istilah dislipidemia? Kondisi ini terjadi ketika kadar lemak dalam darah tidak seimbang, ditandai dengan tingginya kolesterol jahat (LDL) dan rendahnya kolesterol baik (HDL). Ketidakseimbangan ini menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner dan stroke. Lalu, mengapa hal ini bisa terjadi?

Penyebabnya terbagi menjadi dua faktor besar, yaitu faktor genetik (primer) dan faktor gaya hidup (sekunder). Faktor genetik berarti kondisi ini dapat diturunkan dalam keluarga, seperti pada kasus hiperkolesterolemia familial. Namun, kebanyakan kasus justru dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang dapat kita kendalikan.

Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans adalah penyebab utama melonjaknya kadar LDL. Lemak ini banyak ditemukan dalam gorengan, makanan olahan, dan santan. Selain itu, konsumsi karbohidrat olahan yang berlebihan juga mendorong hati memproduksi lebih banyak trigliserida dan menekan kadar HDL.

Kurangnya aktivitas fisik dan obesitas, terutama lemak perut, juga berkontribusi besar terhadap masalah ini. Gaya hidup sedentari membuat tubuh kurang efisien dalam membakar lemak dan mengelola kolesterol. Kelebihan berat badan juga dikenal dapat meningkatkan trigliserida dan menurunkan kadar HDL.

Kebiasaan merokok dan kondisi medis tertentu juga memainkan peran penting. Merokok terbukti dapat menurunkan kadar HDL dan meningkatkan LDL secara signifikan. Selain itu, penyakit seperti diabetes tipe 2 dan hipotiroidisme dapat memperburuk profil lipid Anda jika tidak dikelola dengan baik.

Kabar baiknya, kondisi ini dapat diatasi. Sebagaimana dijelaskan dalam laman ayosehat.kemkes.go.id, perubahan gaya hidup adalah kunci utama. Mengganti lemak jenuh dengan lemak tak jenuh (seperti dari ikan, alpukat, dan minyak zaitun), serta meningkatkan aktivitas fisik secara teratur, terbukti efektif menurunkan LDL dan meningkatkan HDL.

Untuk itu, penting untuk mulai memperhatikan apa yang Anda konsumsi dan seberapa aktif Anda bergerak setiap hari. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung, lakukan pemeriksaan rutin. Dengan deteksi dini dan perubahan gaya hidup, risiko kesehatan akibat ketidakseimbangan kolesterol dapat dicegah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....