Gemar Makan Pedas Bikin Panjang Umur, Mitos atau Fakta?

  • 13 Agt 2026 16:41 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kabar gembira bagi para penggemar sambal dan masakan pedas. Beberapa penelitian skala besar menunjukkan adanya hubungan antara konsumsi makanan pedas secara rutin dengan risiko kematian yang lebih rendah. Namun, benarkah gemar makan pedas bisa membuat panjang umur atau ini hanya mitos belaka?

Senyawa aktif yang memberikan sensasi pedas pada cabai adalah capsaicin. Senyawa ini menarik perhatian para peneliti karena potensinya dalam mempengaruhi berbagai proses dalam tubuh, mulai dari metabolisme, kesehatan jantung, hingga respons peradangan. Para ilmuwan meyakini bahwa capsaicin dapat memicu proses termogenesis atau pembakaran energi, yang berpotensi membantu metabolisme tubuh.

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal The BMJ pada 2015 menjadi salah satu rujukan utama dalam topik ini . Studi yang melibatkan hampir 500.000 orang di China ini menemukan bahwa partisipan yang mengonsumsi makanan pedas enam hingga tujuh hari dalam seminggu memiliki risiko kematian 14 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang makan pedas kurang dari sekali seminggu. Temuan ini kemudian diperkuat oleh studi lain di Amerika Serikat yang menemukan pengurangan risiko kematian sebesar 12 persen pada konsumen cabai.

Mengutip laporan dari Nutrition Journal edisi 2025, sebuah studi longitudinal dari China Multi-Ethnic Cohort menemukan bahwa konsumsi makanan pedas dapat memperlambat penuaan biologis pada berbagai sistem organ. Penelitian ini menunjukkan kaitan positif antara capsaicin dengan penuaan metabolik dan ginjal yang lebih lambat. Meskipun demikian, para peneliti mengingatkan bahwa ini adalah studi eksplorasi yang membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memahami mekanisme pastinya.

Di balik berbagai manfaat potensial, makan pedas juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai. Konsumsi capsaicin dalam jumlah besar dapat memicu gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mual, hingga diare. Dalam kasus ekstrem, seperti pada tren "tantangan makanan pedas" di media sosial, konsumsi cabai super pedas bahkan dapat menyebabkan masalah serius pada jantung dan tekanan darah.

Lantas, haruskah Anda mulai menambah porsi sambal di setiap hidangan? Para ahli menyarankan agar tidak serta merta menyimpulkan bahwa makan pedas otomatis membuat hidup lebih panjang. Panjang umur ditentukan oleh banyak faktor, termasuk genetika, aktivitas fisik, kesehatan mental, dan pola makan secara keseluruhan. Jika Anda memang menyukai makanan pedas dan tidak mengalami efek samping yang mengganggu, tidak ada salahnya untuk terus menikmatinya dalam batas wajar.

Manfaat makanan pedas sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola makan secara keseluruhan. Cabai yang dikonsumsi bersama sayuran, sumber protein, dan biji-bijian tentu berbeda dampaknya dengan makanan ultra-proses yang tinggi garam dan lemak meski sama-sama pedas. Jadi, kesimpulannya, gemar makan pedas memang memiliki kaitan dengan potensi manfaat kesehatan, tetapi klaim bahwa itu secara langsung membuat panjang umur masih perlu dikaji lebih dalam dan tidak bisa disederhanakan menjadi sebuah kepastian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....