Dukungan Menyusui Diperkuat lewat Gerakan No Mother Left Behind

  • 13 Agt 2026 12:19 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Dukungan terhadap ibu menyusui menjadi perhatian dalam momentum World Breastfeeding Week 2026 yang berlangsung awal Agustus. Melalui gerakan #NoMotherLeftBehind, akses edukasi, konsultasi, hingga pendampingan diperkuat agar ibu tidak menjalani proses menyusui seorang diri.

Founder Mom Uung dan Certified Breastfeeding Counselor, Uung Victoria Finky, dalam siaran pers, Kamis 12 Agustus 2026 mengatakan kebutuhan setiap ibu berbeda. Dukungan yang diberikan pun harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing ibu.

“Kalau ngomongin menyusui, sebenarnya jangan cuma lihat ASI-nya keluar atau enggak. Di lapangan, ceritanya jauh lebih kompleks,” ujar Uung Victoria Finky.

Menurut Uung, ibu menyusui tidak hanya membutuhkan informasi tentang ASI. Sebagian ibu juga membutuhkan konsultasi, dukungan pasangan, hingga ruang untuk didengar.

“Lewat #NoMotherLeftBehind, kita ingin menyampaikan kepada setiap Mommy bahwa mereka tidak harus menjalani perjalanan menyusui sendirian. Setiap ibu berhak mendapatkan akses, kesempatan, dan dukungan yang setara,” lanjutnya.

Selama sepekan, berbagai kegiatan digelar di sejumlah wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut meliputi Visit Posyandu, konsultasi, edukasi tenaga kesehatan, home visit, dan kunjungan ke rumah sakit.

Di Posyandu Kapasari, Surabaya, Dr. Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., Sp.A. menemukan anak yang membutuhkan perhatian dari sisi gizi. Salah satunya anak berusia 11 bulan dengan berat badan 6,78 kilogram yang sehari-hari hanya mengonsumsi nasi putih tanpa lauk pendamping cukup.

“Sebagai dokter, saya sering ketemu ibu ketika masalahnya sudah terjadi. Jadi saya senang dengan program seperti ini karena kita datang lebih awal," jelasnya.

Sementara melalui home visit, dr. Natasya Ayu Andamari, Sp.A menemukan kekhawatiran orang tua yang tidak selalu sesuai kondisi bayi. Evaluasi langsung membantu menemukan kebutuhan stimulasi dan persoalan aliran ASI yang terlalu deras.

“Ini yang menarik dari home visit. Kadang apa yang dikhawatirkan orang tua belum tentu menjadi masalah sebenarnya, setelah kita lihat langsung, kita bisa evaluasi satu per satu,” jelas dr. Natasya.

#NoMotherLeftBehind juga menekankan pentingnya keterlibatan pasangan dalam perjalanan menyusui. Sebanyak 25 pasangan mengikuti Couple Babywearing Workout, sementara para ayah mendapat edukasi melalui Papa ASI Edu Stage dan Papa ASI Love Letter.

“Menurutku, Ayah bukan cuma support system, tapi bagian dari sistem itu sendiri. Perjalanan menyusui bukan tanggung jawab Mommy seorang,” tutur Uung.

Pendampingan juga dilakukan di Posyandu Kapasari dengan melibatkan 45 ibu hamil dan ibu menyusui. Selain itu, konsultasi digelar di Malang serta home visit di Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo.

“Kalau butuh ilmu, kita edukasi, kalau butuh konsultasi, ada konselor, dan kalau butuh didengar, kita hadir. Bahkan ketika Mommy kesulitan datang, kita yang datang menghampiri,” kata Uung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....