Jangan Tunggu Haus, Tubuh Punya Sinyal Lain saat Kekurangan Cairan

  • 07 Agt 2026 07:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Banyak orang baru minum air ketika rasa haus mulai muncul. Padahal, haus bukan satu-satunya tanda tubuh membutuhkan cairan. Dalam kondisi tertentu, terutama pada cuaca panas, setelah beraktivitas fisik, atau pada kelompok lanjut usia, tubuh dapat mulai mengalami kekurangan cairan sebelum rasa haus muncul dengan jelas.

Air berperan penting dalam menjaga suhu tubuh, membantu proses pencernaan, melancarkan sirkulasi darah, hingga mengangkut nutrisi dan membuang zat sisa melalui urine maupun keringat. Ketika kebutuhan cairan tidak terpenuhi, tubuh dapat memberikan berbagai sinyal seperti mulut terasa kering, tubuh mudah lelah, sulit berkonsentrasi, sakit kepala, hingga warna urine menjadi lebih pekat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengingatkan bahwa menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah penting untuk mencegah gangguan kesehatan, terutama saat cuaca panas. CDC juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu rasa haus sebelum mulai minum, khususnya bagi kelompok lanjut usia yang respons hausnya dapat menurun.

"Minumlah air lebih banyak dari biasanya dan jangan menunggu sampai merasa haus untuk mulai minum," demikian imbauan CDC kepada kelompok lanjut usia saat menghadapi cuaca panas.

Selain rasa haus, warna urine sering digunakan sebagai petunjuk awal kondisi hidrasi. Namun, para ahli mengingatkan bahwa warna urine tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator karena juga dipengaruhi makanan, obat-obatan, vitamin tertentu, maupun kondisi kesehatan. Karena itu, menjaga kebiasaan minum air secara teratur tetap menjadi langkah yang lebih dianjurkan dibanding menunggu munculnya rasa haus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan bahwa air minum yang aman merupakan kebutuhan dasar yang berperan penting dalam menjaga kesehatan masyarakat dan mendukung kualitas hidup. "Akses terhadap air minum yang aman, sanitasi, dan kebersihan merupakan hal yang sangat penting untuk kesehatan," demikian keterangan WHO.

Menjaga tubuh tetap terhidrasi tidak selalu berarti harus minum dalam jumlah tertentu setiap waktu. Kebutuhan cairan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada usia, aktivitas, kondisi kesehatan, serta lingkungan. Yang terpenting adalah membiasakan minum air secara teratur, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, berolahraga, atau ketika cuaca sedang panas.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu tubuh menjalankan fungsinya secara optimal sekaligus mengurangi risiko dehidrasi. Dengan mengenali sinyal-sinyal awal kekurangan cairan, masyarakat dapat lebih cepat memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebelum kondisi berkembang menjadi lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....