Benarkah Kecerdasan Anak Diturunkan dari Ibunya?
- 02 Jun 2026 09:32 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Anggapan bahwa kecerdasan anak sepenuhnya diturunkan dari ibu telah lama menjadi perbincangan di kalangan masyarakat. Keyakinan ini didasarkan pada fakta biologis bahwa gen kecerdasan terkait dengan kromosom X, di mana perempuan memiliki dua kromosom X sedangkan laki-laki hanya satu. Namun, benarkah klaim ini dapat dibuktikan secara ilmiah?
Faktor genetik memang memegang peranan penting dalam menentukan tingkat kecerdasan seseorang. Para ilmuwan sepakat bahwa sekitar 40 hingga 60 persen kecerdasan anak diwariskan melalui gen dari kedua orang tuanya. Sisanya, sekitar 40 hingga 60 persen, sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti pola asuh, nutrisi, pendidikan, dan stimulasi yang diterima anak sejak dini.
Dari sisi genetika, ibu memiliki potensi lebih besar untuk mewariskan gen kecerdasan karena memiliki dua kromosom X. Pada anak laki-laki yang hanya mewarisi satu kromosom X dari ibu, kontribusi genetik sang ibu menjadi sangat dominan. Sementara itu, anak perempuan menerima kromosom X dari kedua orang tuanya, sehingga faktor kecerdasan dari ayah juga turut berperan.
Namub melansir keslan.kemkes.go.id, kecerdasan anak tidak semata-mata ditentukan oleh faktor keturunan, melainkan juga dipengaruhi secara signifikan oleh asupan gizi dan stimulasi optimal sejak masa kehamilan hingga usia dini. Ibu memiliki peran krusial dalam 1.000 hari pertama kehidupan, yang merupakan periode emas perkembangan otak anak. Pada masa ini, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping ASI yang bergizi, serta stimulasi kognitif yang tepat sangat menentukan kualitas kecerdasan anak di kemudian hari.
Penelitian berskala besar yang melibatkan 12.686 remaja berusia 14 hingga 22 tahun menemukan bahwa prediktor terbaik kecerdasan anak adalah IQ sang ibu. Studi ini juga mengungkap bahwa IQ anak-anak yang disurvei bervariasi hanya sekitar 15 poin dari IQ ibu mereka, menunjukkan adanya korelasi yang cukup kuat. Meskipun demikian, faktor-faktor seperti ras, tingkat pendidikan, dan status sosial ekonomi tetap diperhitungkan dalam penelitian tersebut.
Lebih menarik lagi, para ahli di Universitas Washington menemukan bahwa ikatan emosional yang kuat antara ibu dan anak memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan otak. Anak-anak yang mendapat dukungan emosional dan pemenuhan kebutuhan intelektual dari ibunya terbukti memiliki hippocampus—bagian otak yang terkait dengan memori, pembelajaran, dan respons terhadap stres—rata-rata 10 persen lebih besar. Temuan ini menunjukkan bahwa peran ibu tidak hanya terbatas pada pewarisan gen, tetapi juga membentuk struktur otak anak melalui pengasuhan yang hangat dan penuh perhatian.
Sementara itu, penelitian pada hewan yang dimodifikasi secara genetik menunjukkan bahwa gen yang berasal dari ibu cenderung lebih aktif di korteks serebral, yaitu area otak yang bertanggung jawab atas fungsi kognitif tingkat tinggi seperti bahasa, logika, dan perencanaan. Sebaliknya, gen dari ayah lebih banyak terakumulasi di sistem limbik yang berkaitan dengan emosi, motivasi, dan respons dasar seperti agresi serta hasrat.
Namun, ayah tetap memiliki kontribusi penting dalam perkembangan kecerdasan anak melalui berbagai cara. Selain menyumbang gen kecerdasan pada anak perempuan melalui kromosom X, ayah juga berperan dalam membentuk karakter, kemampuan memecahkan masalah, dan kecerdasan emosional anak melalui interaksi sehari-hari. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan terbukti membantu anak mencapai potensi optimalnya.
Kesimpulannya, meskipun ibu memiliki kecenderungan lebih besar dalam mewariskan gen kecerdasan, terutama kepada anak laki-laki, anggapan bahwa kecerdasan sepenuhnya diturunkan dari ibu adalah penyederhanaan yang berlebihan. Kecerdasan anak merupakan hasil interaksi kompleks antara warisan genetik dari kedua orang tua dan faktor lingkungan yang saling memengaruhi. Oleh karena itu, baik ayah maupun ibu memiliki peran yang sama pentingnya dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan optimal kecerdasan anak sejak usia dini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....