Pakar Unair Ungkap Cara Cegah Hepatitis B sejak Kehamilan.
- 28 Jul 2026 20:36 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Peringatan Hari Hepatitis Sedunia menjadi momentum memperkuat upaya mencapai target Zero Hepatitis 2030. Pakar FK Universitas Airlangga, Dr Dewi Setyowati SKeb Bd MKed Trop, menyebut fokus utama diarahkan pada pencegahan penularan Hepatitis B dari ibu kepada bayi.
Dewi Setyowati menilai literasi masyarakat harus terus ditingkatkan. "Terobosan medis tidak akan maksimal tanpa literasi dan penghapusan stigma," ujarnya, Selasa, 28 Juli 2026
Menurut Dewi, pencegahan dimulai melalui Program Triple Eliminasi gratis di puskesmas. "Program ini mendeteksi Hepatitis B, HIV, dan sifilis pada calon pengantin serta ibu hamil," ujarnya.
Ibu hamil yang terdeteksi positif akan mendapat penanganan terpadu bersama rumah sakit rujukan. "Koordinasi dilakukan untuk menyiapkan perlindungan terbaik bagi bayi sejak awal," katanya.
Bayi dari ibu positif Hepatitis B memperoleh perlindungan ganda setelah dilahirkan. "Selain imunisasi HB0, bayi juga menerima suntikan Hepatitis B Immunoglobulin atau HBIG," ucapnya.
Dewi menyebut vaksinasi HB0 mampu memberikan perlindungan hingga 90 persen."Perlindungan ganda memutus penularan dan menjaga kualitas hidup generasi berikutnya," katanya.
Meski layanan tersedia gratis, pemahaman masyarakat mengenai Hepatitis B masih rendah. "Banyak penderita baru mengetahui infeksi setelah muncul gejala penyakit kuning," ujarnya.
Dewi mengajak masyarakat tidak takut menjalani skrining dan vaksinasi. "Kesadaran bersama, dukungan keluarga, dan edukasi menjadi kunci menuju Zero Hepatitis 2030," ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....