Surabaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Cegah Penyakit Zoonosis
- 21 Jul 2026 17:40 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pemerintah Kota Surabaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia melalui kolaborasi lintas sektor. Upaya tersebut diwujudkan melalui Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang digelar pada 21–22 Juli 2026 di Puskesmas Medokan Ayu.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Portal Kesehatan Masyarakat (Portkesmas), dan Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (Pokja RCCE) itu melibatkan berbagai perangkat daerah, organisasi masyarakat, tenaga kesehatan, hingga jurnalis.
Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Moch. Ashadi M., mengatakan keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada pelayanan kesehatan dan surveilans, tetapi juga komunikasi risiko yang cepat, tepat, transparan, dan dapat dipercaya.
"Dinas Kesehatan Kota Surabaya terus memperkuat kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis melalui peningkatan kemampuan surveilans, koordinasi dengan sektor kesehatan hewan dan lingkungan, serta pengawasan terhadap unggas dan pasar unggas sebagai langkah pencegahan," ujarnya.
Berdasarkan data Surveilans Kesehatan Daerah (SKDR) periode 2021 hingga Minggu ke-27 Tahun 2026, Surabaya tidak mencatat kasus suspek flu burung pada manusia maupun antraks dalam lima tahun terakhir. Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena kasus suspek leptospirosis dan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) masih berfluktuasi.
Pada 2025 tercatat 25 suspek leptospirosis dan 40 kasus GHPR. Sementara hingga Minggu ke-27 Tahun 2026 telah dilaporkan 14 suspek leptospirosis dan 33 kasus GHPR. Meski demikian, masyarakat diminta tidak panik karena Surabaya bukan daerah endemis rabies.
Mewakili Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, drh. Wafiroh mengingatkan masyarakat untuk mencegah zoonosis dengan memvaksinasi hewan peliharaan setiap tahun, menggunakan alas kaki saat musim hujan guna menghindari leptospirosis, menghindari kontak dengan unggas yang sakit atau mati mendadak, serta tidak menyembelih maupun mengonsumsi ternak yang sakit atau mati mendadak.
Program Manager Portal Kesehatan Masyarakat, dr. Basra Ahmad Amru, mengatakan kegiatan serupa juga digelar di Kabupaten Bandung Barat, Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Surabaya, dan Kabupaten Malang. Menurutnya, penguatan koordinasi lintas sektor menjadi fondasi penting agar pencegahan dan penanganan wabah zoonosis dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Sementara itu, Ketua Pokja RCCE, Rizky Ika Syafitri, menekankan pentingnya penyampaian informasi kesehatan yang akurat. Menurutnya, selain tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan media memiliki peran penting dalam memastikan pesan kesehatan dapat dipahami dan diterapkan masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Kota Surabaya berharap komunikasi risiko semakin efektif, keterlibatan masyarakat meningkat, serta potensi wabah penyakit zoonosis dapat dicegah sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....