Kamitetep di Dinding Rumah, Bisa Jadi Tanda Lingkungan Lembap dan Berdebu
- 08 Jul 2026 13:56 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pernah melihat benda kecil berbentuk seperti kantong berwarna cokelat atau abu-abu yang menempel di dinding rumah? Banyak orang mengira itu hanyalah serpihan debu, padahal benda tersebut bisa jadi adalah kamitetep, atau yang dikenal sebagai plaster bagworm (Phereoeca uterella).
Meski tidak berbahaya bagi manusia, keberadaan kamitetep dalam jumlah banyak dapat menjadi indikator bahwa kondisi rumah terlalu lembap dan menyimpan banyak debu maupun sarang laba-laba. Dilansir dari University of Florida IFAS Extension, serangga ini kerap ditemukan di dalam rumah, terutama pada dinding, plafon, hingga sudut-sudut ruangan yang jarang dibersihkan.
Kamitetep sebenarnya merupakan larva dari sejenis ngengat kecil. Yang membuatnya unik, larva ini hidup di dalam "kantong" yang dibuat dari benang sutra, debu, rambut, serta serpihan bahan lain yang ditemukannya di sekitar. Kantong tersebut dibawa ke mana pun larva bergerak sebagai perlindungan dari predator maupun perubahan lingkungan. Dilansir dari University of Florida IFAS Extension, bentuk kantong inilah yang membuat banyak orang mengira kamitetep hanyalah gumpalan debu yang menempel di tembok.
Meski tidak menggigit, tidak berbisa, dan tidak membawa penyakit, kamitetep tetap perlu diwaspadai. Larvanya memakan jaring laba-laba, rambut manusia, bulu hewan peliharaan, serat alami, hingga kain berbahan wol atau sutra. Dalam jumlah yang banyak, serangga ini berpotensi merusak tekstil, karpet, tirai, maupun pakaian yang disimpan dalam waktu lama. Dilansir dari Texas A&M AgriLife Extension, kerusakan biasanya terjadi secara perlahan sehingga sering kali baru disadari ketika kain mulai berlubang.
Keberadaan kamitetep juga dapat menjadi petunjuk bahwa kebersihan rumah perlu lebih diperhatikan. Serangga ini menyukai area yang lembap, minim cahaya, dan kaya akan sumber makanan seperti debu, sarang laba-laba, maupun rambut yang menumpuk. Oleh karena itu, jika kamitetep mulai sering muncul di dalam rumah, ada baiknya penghuni memeriksa kondisi ventilasi serta tingkat kelembapan ruangan.
Lingkungan yang terlalu lembap tidak hanya mengundang kamitetep, tetapi juga dapat memicu pertumbuhan jamur dan organisme lain. Hal ini juga dijelaskan oleh University of Florida IFAS Extension dalam panduan pengendalian hama rumah tangga.
Cara paling efektif mengendalikan kamitetep bukanlah menggunakan insektisida, melainkan menjaga kebersihan rumah secara rutin. Membersihkan debu, menyedot karpet menggunakan vacuum cleaner, menghilangkan sarang laba-laba, serta mencuci atau menjemur kain yang lama disimpan merupakan langkah yang sangat dianjurkan.
Selain itu, menjaga sirkulasi udara agar ruangan tidak terlalu lembap juga dapat mengurangi peluang berkembang biaknya serangga tersebut. Dilansir dari University of California Integrated Pest Management (UC IPM), pengendalian lingkungan jauh lebih efektif dibandingkan penyemprotan insektisida untuk kasus infestasi ringan.
Apabila jumlah kamitetep sudah sangat banyak dan terus bermunculan meski rumah rutin dibersihkan, penghuni disarankan mencari sumber infestasi yang mungkin tersembunyi, misalnya di gudang, plafon, ruang penyimpanan, atau tumpukan kain yang jarang dipindahkan.
Dalam kondisi tertentu, jasa pengendalian hama profesional dapat membantu mengidentifikasi lokasi berkembang biaknya larva agar masalah tidak terus berulang. Menurut Texas A&M AgriLife Extension, infestasi berat biasanya berkaitan dengan lingkungan yang lama tidak dibersihkan atau memiliki kelembapan tinggi.
Dengan demikian, menemukan satu atau dua kamitetep di dinding rumah sebenarnya tidak perlu membuat panik. Serangga ini tidak membahayakan kesehatan manusia secara langsung. Namun, jika jumlahnya mulai bertambah, hal tersebut sebaiknya dijadikan pengingat untuk meningkatkan kebersihan rumah dan mengurangi kelembapan ruangan.
Langkah sederhana seperti membersihkan debu secara rutin dan memastikan ventilasi bekerja dengan baik sudah cukup efektif untuk mencegah kamitetep berkembang biak di dalam rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....