Benarkah Sering Bersepeda Membuat Kaki Lebih Besar? Yuk, Cari Tahu Lebih Lanjut!

  • 22 Jun 2026 19:26 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Bersepeda adalah salah satu olahraga populer karena mudah dilakukan dan memiliki manfaat bagi kesehatan. Namun, tekadang muncul pertanyaan yaitu apakah terlalu sering bersepeda membuat kaki menjadi lebih besar atau berotot?

Menurut para ahli kesehatan olahraga dari health.harvard.edu yang dituliskan dalam artikel berjudul "The Joy and Health Benefits of Cycling" (2026) dan telah dikurasi oleh yang ditinjau oleh ahli fisioterapis Karen Zunti, bersepeda memang melibatkan hampir seluruh otot tubuh bagian bawah, terutama otot paha depan (quadriceps), paha belakang (hamstring), betis, dan otot gluteus (otot bokong).

Namun, pembesaran otot signifikan tidak otomatis terjadi hanya karena rutin bersepeda. Sebagian besar pesepeda rekreasional (santai) justru lebih banyak mengalami peningkatan kekuatan dan daya tahan otot dibandingkan pertambahan ukuran otot secara drastis.

Masih mengutip tulisan dari artikel Harvard Health Publishing (2024) tentang bersepeda indoor (fitnes), disebutkan bahwa latihan bersepeda sangat baik untuk kesehatan jantung sekaligus membantu membangun kekuatan otot tubuh bagian bawah. Namun, hal ini lebih banyak berkaitan dengan peningkatan kekuatan dan kebugaran daripada pembentukan massa otot besar.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam jurnal BioMedical Engineering Online tahun 2024 (link.springer.com) menunjukkan bahwa intensitas kayuhan dan beban latihan memengaruhi aktivasi otot kaki saat bersepeda. Semakin tinggi beban, semakin besar pula kerja otot yang terjadi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivasi otot tidak selalu berarti pertumbuhan otot dalam ukuran besar, melainkan bisa dalam bentuk kekuatan otot.

Bagi pesepeda harian atau mereka yang sering berolahraga untuk menjaga kebugaran, perubahan paling sering terjadi adalah kaki menjadi lebih kencang dan berdefinisi. Namun, kondisi ini sering disalahartikan sebagai kaki yang membesar. Padahal, yang terjadi adalah penurunan lemak tubuh dan peningkatan otot sehingga bentuk otot terlihat lebih jelas dibandingkan sebelumnya.

Faktor lain yang menentukan ukuran kaki adalah genetika, pola makan, dan jenis latihan tambahan yang dilakukan. Seseorang yang mengombinasikan bersepeda dengan latihan beban serta asupan kalori dan protein tinggi memiliki peluang lebih besar mengalami pembesaran otot dibandingkan orang yang hanya bersepeda untuk rekreasi.

Kesimpulannya, sering bersepeda tidak otomatis membuat kaki menjadi besar. Bagi kebanyakan orang, olahraga ini lebih berperan dalam meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan kekencangan otot kaki.

Pembesaran otot yang signifikan umumnya hanya terjadi pada individu yang menjalani latihan berintensitas tinggi secara konsisten dan yang memang sedang menjalankan program pembentukan massa otot tertentu. Oleh karena itu, tidak perlu khawatir menjadikan bersepeda sebagai bagian gaya hidup sehat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....